Muncul Isu Refendum Aceh, Moeldoko: Itu Kan Baru Wacana

341

kanalberita.net – Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan komentar perihal munculnya isu mengenai referendum di Provinsi Aceh yang didengungkan oleh mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini menjabat sebagai Ketua Partai Aceh, Muzakir Manaf.

Moeldoko mengajak agar tidak merespon wacana tersebut secara berlebihan. “Itu kan baru wacana. Tapi kalau sudah menuju kepada niat itu sudah beda cara menilainya. Tapi kalau sekarang baru wacana akademik, ya, boleh saja itu,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/5/2019), dikutip dari tempo.co.

Meski demikian, Moeldoko juga mengingatkan bahwa segala upaya pemisahan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebuah pelanggaran konstitusi.

Moeldoko mengingatkan tentang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upaya untuk memisahkan diri dari NKRI, kata dia, merupakan pelanggaran konstitusi. “Kalau ada upaya memisahkan diri dari itu, itu sudah jelas-jelas melanggar konstitusi,” kata mantan Panglima TNI itu.

Ia meminta pihak yang saat ini mendengungkan wacana referendum untuk segera menghentikan niatnya. Sebab upaya memisahkan diri dari NKRI akan memiliki resioko. “Ingat, kalau sudah punya niat menuju kepada keluar dari NKRI itu ada risiko yuridis,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto juga menegaskan bahwa referendum tidak akan pernah terjadi. Pasalnya, segala semua peraturan yang mengatur adanya refenrendum sebuah daerah sudah tidak ada dan telah dicabut oleh pemerintah.

“Jadi misalnya TAP MPR Nomor 8 tahun 1998 itu mencabut, lalu TAP MPR nomor 4 tahun 1993 tentang referendum. Itu MPR. Kemudian UU juga sudah dicabut, misalnya UU nomor 6 tahun 1999, itu mencabut UU nomor 5 tahun 1985 tentang referendum, itu dicabut,” kata dia di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (31/5/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.