2014 Pilih Jokowi, Kenapa Sekarang Dahlan Iskan Dukung Prabowo? Ini Alasannya

271

kanalberita.net – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya menjatuhkan pilihannya untuk mendukung calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto. Hal ini cukup menarik lantaran Dahlan pada Pilpres 2014 silam adalah pendukung Joko Widodo (Jokowi).

Dahlan mengungkapkan dukungannya tersebut saat menghadiri pidato kebangsaan capres 02 Prabowo di Dyandra Convention Hall, Surabaya.

“5 tahun yang lalu saya menjelang pemilu seperti ini saya mengadakan deklarasi besar-besaran mendukung Pak Jokowi di Sentul,” kata Dahlan di lokasi, Jumat (12/4/2019), dikutip dari kumparan.com.

Lantas apa yang menyebabkan Dahlan berpindah haluan ke Prabowo di Pilpres 2019 ini?

Dahlan mengaku pada Pilpres 2014 dirinya menaruh harapan tinggi kepada Jokowi untuk bisa melaksanakan program-programnya. Yakni tentang revolusi mental serta pertumbuhan ekonomi.

“Waktu itu saya berharap banyak karena Jokowi mempunyai program besar yang disebut revolusi mental. Juga karena waktu itu Pak Jokowi punya program yang hebat berupa pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ungkap Dahlan.

Salah satu yang membuatnya kecewa adalah gagalnya Jokowi mencapai target untuk meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia dapat mencapai 7.000 Dolar AS per tahun. “Kenapa? Karena 5 tahun yang lalu pun pendapatan per kapita rakyat Indonesia sudah 5.000 US Dolar per tahun. Jadi, wajar kalau saya berharap kalau 5 tahun kemudian jadi 7.000 dan 5 tahun kemudian jadi 9.000. Kalau terwujud maka Indonesia akan menjadi negara besar dan negara jaya. Tapi itu tidak terlaksana,” tuturnya.

Ia memutuskan untuk merapat ke Prabowo karena Jokowi gagal dalam mencapai target tersebut. “Karena itu saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo. Bukan karena mempertimbangkan nasib saya selama 5 tahun terakhir, itu saya anggap risiko saya sebagai pengabdi. Seperti juga risiko Jokowi sebagai presiden difitnah selama 4,5 tahun, bahkan seperti Pak Prabowo yang difitnah selama 17 tahun,” ucap Dahlan.

Dahlan lantas menceritakan pada tahun 2019, para pimpinan Dahlanis (pendukung Dahlan Iskan) banyak yang memilih untuk mendukung Prabowo. Akan tetapi hal itu diveto olehnya.

“Waktu itu sebetulnya keputusan terbanyak milih Prabowo. Tetapi saya veto kita harus memihak Pak Jokowi karena program-program Pak Jokowi itu. Nah, sekarang di pemilu ini ganti saya yang ikut pimpinan-pimpinan itu,” tutupnya.