Benarkah Kapolda Sumut Dicopot Karena Kedekatannya dengan Habib Rizieq? Ini Kata Kapolri

1511

kanalberita.net – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan klarifikasi mengenai isu yang beredar mengenai pencopotan Irjen Rycko Amelza Dahniel sebagai Kapolda Sumatera Utara (Sumut). Ia membantah jika mutasi terhadap Rycko karena ada hubungannya dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Enggak ada, Kapolda Sumut sangat berprestasi di sana,” katanya di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/6/2017), dikutip dari merdeka.com.

Tito menjelaskan jika Rycko ditarik menjadi Gubernur Akademi Polsi (Akpol) karena Irjen Anas Yusuf dicopot jabatannya sebagai buntut dari kasus meninggalnya Taruna Akpol tingkat II Muhamad Adam. Menurutnya, polri membutuhkan sosok Rycko untuk memperbaiki internal Akpol.

“Pak Rycko, dia Adhi Makayasa sangat bagus bekerja di Sumut tapi saya memerlukan Pak Rycko untuk menjadi Gubernur Akpol karena saya ingin memperbaiki Akpol karena itu adalah dapur pimpinan Polri,” ujarnya.

Ia menyatakan jika perlu merombak internal Akpol karena dirinya menyesalkan insiden meninggalnya Taruna Akpol tingkat II Muhamad Adam. Menurutnya perlu ada perbaikan dan menghentikan budaya pemukulan terhadap junior Akpol.

“Tapi rupanya tidak berhenti juga sehingga dengan sangat terpaksa mulai dari gubernur sampai dengan pembina lain saya ganti dan minta untuk membuat perubahan yang mendasar di sana tidak boleh lagi ada kekerasan di situ,” ucapnya.

Dengan tegas Tito membantah jika mutasi yang dilakukannya berhubungan dengan kedekatan Ricko dengan habib Rizieq. Rotasi tersebut, untuk memperbaiki budaya Akpol.

(sumber: suratkabar.id)