Ini Pernyataan Tegas MUI Tentang Penangkapan Pelaku Persekusi

1079

kanalberita.net – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid memberikan pernyataan mengenai aksi perkusi yang belakangan marak terkahir. Persekusi adalah sebuah tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga untuk disakiti atau dipersulit hak-haknya, bertentangan dengan hukum negara dan ajaran agama.

“Tindakan persekusi yang dilakukan dengan cara tidak manusiawi, menimbulkan penderitaan baik fisik maupun psikis terhadap orang lain adalah bertentangan dengan hukum dan tidak dibenarkan oleh agama,” kata Zainut di Jakarta pada Jumat (2/6/2017), dikutip dari tirto.id.

Ia menjelaskan jika tindakan penertiban warga pengguna internet yang mengunggah ujaran kebencian, fitnah maupun penghinaan hanya boleh dilakukan oleh pihak yang berwenang. Persekusi tidak boleh dilakukan oleh kelompok masyarakat manapun.

Baca Juga: Putri Amien Rais Bongkar Hasil Pertemuan Ayahnya dengan Seorang Mantan Jenderal

Zainut menyatakan jika MUI mengimbau kepada masyarakat untuk menghentikan aksi persekusi. MUI menyerukan jika ada kelompok masyrakat yang ingin menjalankan dakwah tidak boleh melanggar hukum.

Menurut Zainut, MUI meminta aparat berwajib segera menindak tegas para pelaku persekusi yang telah terbukti melanggar hukum.

“Bermuamalah di media sosial sebagai bagian dari pelaksanaan hak berekspresi warga negara harus dilandasi dengan nilai-nilai etika, akhlak mulia, norma susila dan agama,” kata Zainut.

Bagi Zainut, unggahan di media sosial tidak bakal menimbulkan masalah bagi pihak lain jika disampaikan secara santun dan rasa saling menghormati orang lain.

Seperti diwartakan bbc.com, polisi kini telah menangkap dua orang sebagai tersangka dalam kasus persekusi terhadap PMA. Mereka bernama Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin (57). Polisi juga masih memburu koordinator yang melakukan aksi persekusi tersebut.

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan menyebutkan jika mereka dalam waktu dekat akan melakukan penangkapan lagi.

“Berdasarkan pemeriksaan, FPI. Lalu, ada warga sekitar juga yang terprovokasi, jadi ikut,” kata Hendy di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017), dikutip dari bbc.com.

(sumber: suratkabar.id)