Mendengar Suara Aneh Datang dari dalam Mobil Saat Sahur, Ternyata…

571

kanalberita.net – Tindak vandalisme tampaknya belakangan ini semakin meningkat. Seorang pria asal Malaysia baru-baru ini melaporkan bahwa dirinya menjadi korban aksi tersebut. Dia mendapati papan nama dan dinding bengkelnya penuh dengan coretan kata-kata tak senonoh.

Dilansir dream.co.id, Jumat (2/6/2017), pria bernama Wan yang tinggal di Kulim, Kedah, Malaysia tersebut mengaku jika ini pertamakalinya dirinya mengalami kejadian semacam itu. Menurut pengakuannya, dia sempat mendengar suara sekitar pukul dua pagi.

Saat itu Wan akan membeli makanan untuk sahur. Dirinya langsung dikejutkan dengan tulisan-tulisan yang tidak pantas emenuhi sebagian besar tokonya tersebut.

“Saya pergi ke belakang toko guna memeriksa kalau ada apa-apa. Saya terkejut saat melihat tulisan kasar di dinding yang dibuat dengan menggunakan cat merah,” terangnya.

Besar kemungkinan aksi coretan tersebut merupakan sebuah ungkapan tak senang dari sepasang kekasih yang ditegur oleh Wan sehari sebelumnya.

Pada saat itu Wan mengungkapkan ketika dirinya akan membuka bengkel dan memarkirkan salah satu mobil pelanggan di luar, dia melihat sepasang kekasih yang tengah melakukan perbuatan tak senonoh di dalam mobil. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 11 pagi.

Walaupun mobil tersebut memiliki kaca yang gelap, namun Wan mengaku dia masih dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalamnya. Wan lantas mendekati mobil tersebut, mengetuk kacanya dan bertanya kepada dua pasangan tak tahu diri itu.

Setelah mendapat teguran, pasangan kekasih tersebut pun langsung menutup kaca mobil dan memundurkan kendaraannya hingga ke depan bengkel. Mereka lalu membuat suara-suara bising dengan mobil sebagai tanda tak terima atas teguran Wan.

Wan sempat membuntuti mereka dengan sepeda motor karena merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh pasangan itu. Dia memotong mobil untuk meminta tanggung jawab mereka. Namun hal itu membuat dirinya hampir saja terlindas.

Atas kejadian yang dia alami, Wan melaporkannya ke Balai Polis Hi-Tech Kulim untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya dan juga bengkel tempatnya bekerja. hal ini dikarenakan area sekitar bengkelnya sering dijadikan tempat berkumpulnya pemabuk.