Chat Minta Naik Gaji Sama Bos Juga Ada Aturan, Jangan Seperti Karyawan Ini

1384

kanalberita.net – Meminta kenaikan gaji setelah bekerja cukup lama di sebuah perusahaan memang tidak dilarang. Namun untuk melakukan hal ini, seseorang harus memiliki keberanian yang tinggi. Terlebih jika memiliki atasan yang sulit untuk diajak berkomunikasi.

Apabila bagi kebanyakan orang membicarakan masalah gaji maupun bonus tahunan yang diterimanya merupakan hal yang sangat berat dan sulit untuk dilakukan, tidak demikian dengan satu karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan ini.

Dilansir dream.co.id, Kamis (25/5/2017), karyawan ini justru secara terang-terangan dan penuh keberanian mengungkapkan keluhan yang dia rasakan terkait gaji yang diterimanya itu langsung kepada sang bos.

Melalui beberapa capture chat melalui Whatsapp yang diunggah oleh akun Facebook Kementrian Humor Indonesia di bawah ini Anda bisa turut membaca seperti apa trik yang dilakukan oleh karyawan ini dalam menuntut kenaikan gajinya:

Pada capture pertama, karyawan mengawalinya dengan percakapan biasa. Semua pertanyaan karyawan ini dijawab dengan lugas oleh sang bos. Hingga sang karyawan harus melalui proses introgasi terlebih dahulu, pada saat dia menuntut kenaikan gaji setelah bekerja selama dua tahun.

Sang bos menampik jika karyawannya telah bekerja selama dua tahun dengannya. Hitung-hitungan pun terjadi. Mulai dari menghitung jumlah hari dalam setahun, jam dalam sehari hingga jumlah jam kerja. Dari perhitungan didapatkan hasil 122 hari. Namun proses belum selesai sampai di situ.

Pertanyaan selanjutnya dari sang bos adalah, ‘apakah karyawan tersebut bekerja di hari Sabtu dan Minggu’. Tentu saja dia memberikan jawaban, ‘tidak’. Hitungan dari bos pun kembali berlanjut. Setelah dikurangi hari Sabtu dan Minggu, sisanya adalah 18 hari.

Ternyata sang bos masih memperhitungkan jumlah jatah cuti yang diberikan pada karyawannya dalam setahun, yaitu sebanyak 12 hari. Setelah dikurangi dengan jatah cuti, lalu masih ada libur Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, jumlah yang tersisa adalah 4 hari. Di sini tampaknya karyawan sudah mulai emosi.

Yang menggelikan, dari sisa 4 hari itu masih harus dikurangi lagi dengan libur Natal, Tahun Baru, Waisk, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi dan hari libur lainnya. Tentu tak ada hari yang tersisa. Kesabaran sang karyawan sudah pada batasnya dan dia membalas dengan huruf besar semua.

Nah, kalau seperti ini, bos atau si karyawan yang keterlaluan menurut Anda?