Parah! Kader PKS Pakai Bahasa Arab Sebagai Kode Penyerahan Uang Suap

726

kanalberita.net – Para pelaku tindak kejahatan korupsi diketahui menggunakan bahasa arab sebagai sandi dalam bekomunikasi. Hal tersebut dikethui dari surat dakwaan terhadap Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng.

Seperti diwartakan kompas.com, dalam surat dakwaan tersebut setidaknya ada dua pejabat negara yang tersengkut dalam kasus korupsi, yakni Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia, dan anggota DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan. Keduanya merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Disebutkan dalam surat dakwaan itu, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguraikan proses penyerahaan uang kepada Yudi. Dicantumkan juga transkrip percakapan antara Yudi dan Kurniawan.

Pada percakapan yang terjadi pada 14 Mei 2015 tersebut, keduanya menggunakan kata-kata sandi yang diambil dari bahasa arab untuk berkomunikasi perihal uang suap yang akan diserahkan oleh Aseng.

Mulanya Kurniawan memberikan laporan perihal fee dari Aseng kepada Yudi. “Semalam sdh liqo dengan asp ya”.

Naam,brp juz?” balas Yudi.

sekitar 4 juz lebih campuran.” jawab Kurniawan yang kemudian disusul pesan berikutnya. “itu ikhwah ambon yg selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, skrg tinggal tunggu yg mahad jambi.

Yudi lantas merespon pesan tersebut. “Naam.. Yg pasukn lili blm konek lg?

Kemudian Kurniawan membalas. “sdh respon beberapa..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya.”

Percakapan tersebut menurut jaksa KPK terkait dengan penyerahan uang yang dilakukan Aseng kepada Yudi melalui perantaran.

Berdasarkan catatan KPK, untuk program aspirasi tahun 2015, Aseng melalui stafnya di Basement Hotel Alia Cikini Jakarta Pusat menyerahkan sebagian uang komitmen fee sejumlah Rp 2 miliar kepada Yudi. Uang diterima melalui Kurniawan.

Pada bulan Mei 2015, Aseng kembali menyerahkan uang sisa fee sebesar Rp 2 miliar. Uang tersebut dalam bentuk rupiah dan dollar AS. Penyerahan kepada Yudi melalui perantaran Kurniawan.

Sesuai dengan arahan Yudi, pada 12 Mei 2015 sekitar pukul 23.00 WIB bertempat di Pom Bensin Pertamina Tol Bekasi Barat, Kurniawan menyerahkan uang komitmen fee dari Aseng seluruhnya sejumlah Rp 4 miliar dalam mata uang rupiah dan dollar AS tersebut kepada Yudi melalui Paroli alias Asep.

Pada tahun 2016, Aseng kembali menyerahkan Rp 2,5 miliar kepada Yudi melalui Kurniawan. Selanjutnya disusul dengan penyerahan kembali uang berupa dolla AS dengan jumlah USD 214,300.

Tidak hanya itu, menurut Jaksa KPK, Aseng masih menyerahkan lagi uang kepada Yudi sebesar USD 140.000.