In Memory of Nicky Hayden: Ini Fakta Mengejutkan di Balik Kematiannya

717

kanalberita.net – Berita duka datang dari dunia balap. Setelah kritis selama 5 hari akibat kecelakaan, mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden meninggal di usia 35 tahun, Senin (22/5/2017).

Nicky menderita cedera otak setelah ditabrak mobil kala tengah bersepeda di daerah Rimini, Italia, pekan lalu. Perjuangan melawan cedera parah harus berakhir kemarin ketika Nicky menghembuskan napas terakhir.

Dilansir liputan6.com, Selasa (23/5/2017), polisi akan segera melakukan rekonstruksi demi menyelidiki fakta di balik kecelakaan yang merenggut nyawa pembalap MotoGP yang membela Red Bull Honda tersebut.

Salah satu bukti menunjukkan bahwa, Nicky tengah mendengarkan musik saat bersepeda. Karena pada saat dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) polisi menemukan earphone yang terhubung ke iPod.

Bukan hal yang mengejutkan jika banyak orang memilih untuk mendengarkan musik kesukaan seraya mengayuh sepeda. Hal ini memang menawarkan kesenangan tersendiri. Namun ada bahaya mengerikan yang mengintai.

Menurut Cycling Weekly, Selasa (23/5/2017), jika seseorang mendengarkan musik pada saat kaki mengayuh sepeda, hal ini menyebabkan fokus indera yang berperan mengingatkan tanda bahaya jadi terganggu.

Pesepeda akan menjadi tidak fokus dan cenderung merasakan kebingungan hingga panik berlebihan pada saat ada kendaraan di depannya yang melakukan pengereman mendadak.

Tak sedikit yang sebenarnya mengecam kebiasaan orang-orang yang tetap mengayuh sepedanya di jalanan umum sambil mendengarkan musik. Apalagi tidak jarang mereka memasang volume maksimal.

Berdasarkan studi dari Brunel University, bersepeda sambil dengarkan musik menyebabkan pesepeda kurang responsif terhadap lingkungan, khususnya bahaya karena kendaraan lainnya.

Nicky bersama dengan 14 orang temannya bersepeda di Italia sepekan yang lalu. Nahas, perjalanan sang pembalap MotoGP harus berakhir di ruang ICU sebuah rumah sakit setelah sebuah tabrakan maut terjadi.

Mendapatkan perawatan intensif, karena Nicky kehilangan kesadaran selama lima hari, harus berhenti karena pria yang dikenal dengan senyum ramahnya ini telah menghembuskan napas terakhirnya.

Diwakilkan oleh sang kakak, Tommy Hayden, pihak keluarga mengungkapkan terimakasih sebesarnya atas dukungan dari masyarakat yang didapat pembalap dunia sebelum malaikat maut menjemput dalam damai.

Lebih lanjut Tommy mengungkapkan, keluarga berharap semua orang hanya mengenang Nicky dalam momen bahagianya. Apalagi jika bukan ketika dirinya tengah mengendarai motor dengan semangat.

Kendati ini waktu yang menyedihkan, kami ingin semua orang mengenang Nicky dalam momen bahagianya, yaitu ketika tengah mengendarai motor,” ungkap Tommy dikutip liputan6.com dari laman Crash.