Lengkap dengan Sarung, Mahasiswa AS Ingin Belajar Islam di Pesantren

547

kanalberita.net – Pertukaran pelajar merupakan satu program yang sering kita jumpai di tak sedikit sekolah maupun kampus. Tidak jarang pelajar asing datang ke Indonesia untuk mendalami ilmu tertentu.

Itulah misi yang dibawa beberapa orang mahasiswa asal Negeri Paman Sam saat datang ke Indonesia. Namun bedanya, mereka ingin mempelajari Islam moderat di sebuah pesantren di Jombang.

Dilansir dream.co.id, Minggu (21/5/2017), empat mahasiswa The King’s College New York datang untuk mempelajari sejarah perkembangan Islam hingga metode pembelajaran Islam di pesantren.

Selama berada di pesantren, mereka akan berdiskusi mengenai beragam topik. Mulai dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia, peran Tebuireng dalam perjalanan bangsa, hingga sistem pendidikan dan metode pembelajaran di pesantren,” jelas Abdul Ghofar, Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng saat dikonfirmasi.

Yang membuat program belajar para mahasiswa asing tersebut unik adalah, mereka tak lepas dari peraturan serta tradisi para santri, yaitu mengenakan sarung dan mahasiswi lengkap dengan kerudung.

Pada hari pertama mereka harus melalui perjuangan keras saat memakai sarung. Bahkan jadwal untuk sowan kepada KH Salahuddin Wahid sempat tertunda karena mereka butuh waktu untuk pakai sarung.

Selama mengikuti pembelajaran yang rutin diadakan di pesantren, mahasiswa bernama Rachel Cline, Cassidy Fahey, Stuart Clay dan Nick Gulley tampak serius menyimak santri membaca Al Qur’an.

Robert Dwight Carle, dosen pembimbing sekaligus guru besar teologi dan sejarah agama menjelaskan, pihaknya ingin mendalami Islam Indonesia karena karakternya yang toleran dan moderat.

Selama ini, banyak orang hanya melihat Timur Tengah sebagai representasi dunia Islam. Padahal Islam Indonesia yang ramah dan toleran justru bisa menjadi alternatif,” jelas dosen pendamping tersebut.

Tidak hanya mengikuti jadwal pelajaran dari para santri di pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari tersebut, mereka juga memiliki segudang kegiatan lain yang tak kalah menariknya.

Mereka rencananya akan mengunjungi situs-situs bersejarah yang menjadi bukti toleransi antarumat beragama di Indonesia, seperti GKJW Mojowarno, Gereja Pohsarang Kediri dan tak ketinggalan Maha Vihara di Trowulan Mojokerto.

Bahkan dalam jadwal, mereka pun akan mengunjungi Makam Bung Karno di Blitar, Pesantren baitul Quran du Mojokerto serta Pesantren Gontor Ponorogo.

Untuk kegiatan terakhir sekaligus penutup pembelajaran Islam di Indonesia, para mahasiswa akan mampir ke puncak Bromo untuk menikmati pemandangan sunrise di titik paling indah di Jawa Timur.