Jawab Kritikan SBY, PDIP Bilang Jokowi Selesaikan Proyek Mangkrak Peninggalan Pemerintah Sebelumnya

451

kanalberita.net – PDI-P ternyata tidak tinggal diam dengan pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan dalam Dies Natalis ke-15 Partai Demokrat.

Pada pidatonya, SBY memberikan banyak peringatan terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). SBY mengutarakan keresahannya terhadap masalah dalam negeri yang bergulir belakangan ini. Presiden Republik Indonesia ke-enam tersebut juga melancarkan kritik terhadap kinerja dan sikap pemerintah Jokowi.

Salah satu poin yang jadi materi kritik SBY adalah pemerintah Jokowi yang dinilainya hanya fokus pada urusan pembangunan fisik. Namun kurang memperhatikan masalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menanggapi pernyataan SBY tersebut, seperti diwartakan oleh merdeka.com, PDI-P melalui Ketua DPP PDIP Hendrawan menyatakan jika kritikan SBY tersebut tidak tepat. Ia bahkan balik menyindir SBY mengenai pentingnya pembangunan infrastuktur.

Menurut Hendrawan, pemerintah saat ini sedang mengoreksi dan memperbaiki pembangunan infrastruktur yang mangkrak di pemerintahan sebelumnya.

Tidak hanya Hendrawan, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menegaskan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan adalah upaya mengejar ketinggalan pembangunan proyek mangkrak dalam satu dekade pemerintahan sebelumnya.

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi termasuk menghidupkan kembali infrastruktur yang mangkrak dari periode-periode sebelumnya. Kalau tidak ini akan jadi besi tua,” tegasnya.

Selain itu, Andreas Hugo Perreira juga berpesan agar SBY tidak berlebihan dalam merespon berbagai hal yang tengah terjadi, misalnya mengenai demonstrasi yang berlangsung di sekitar kediamannya beberapa waktu yang lalu.

“Saya kira bukan di rumah, itu kan di jalan, di halaman luar. Orang demo di Istana juga biasa, di kantor PDIP sering pada demo. Bu Mega itu bahkan pernah terjadi dimasuki rumahnya orang menginteli beliau jadi enggak usah terlalu merengek-rengek berlebihan,” kata Andreas.