SBY Didemo, Pemuda Muhammadiyah: Justru yang Harusnya Marah itu Presiden Jokowi

683

kanalberita.net – Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah turut berkomentar mengenai aksi unjuk rasa di rumah Presiden ke-enam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).

Dahnil menilai jika SBY tidak perlu marah atas demontrasi tersebut. Sebaliknya, ia menyatakan jika SBY seharusnya bergembira dengan unjur rasa ratusan mahasiswa tersebut.

Menurut pria yang terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah pada tahun 2014 tersebut beranggapan jika mahasiswa-mahasiswa yang demonstrasi telah kehilangan harapan dengan permasalahan kebangsaan saat ini.

Para mahasiswa tersebut dianggap telah kehilangan harapan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), hingga akhirnya mencurahkan aspirasinya kepada mantan Presiden.

”Nah, justru yang harusnya marah dan kecewa itu adalah Presiden Joko Widodo, karena sejak awal menjabat Pak Joko Widodo secara terbuka, tulus dan ikhlas menyatakan rindu dan senang dengan demonstrasi sebagai bentuk aspirasi rakyat,” kata Dahnil, dalam siaran persnya, Selasa (7/2/2017), dikutip dari republika.co.id.

Lebih lanjut, Dahnil menyatakan jika yang selayaknya marah dan kecewa adalah Presiden Jokowi. Menurut Dahnil, Jokowi sepatutnya bertanya-tanya mengenai maksud mahasiswa tersebut demontrasi di rumah mantan Presiden.

”Ini kan seperti judul film, ‘Ayah yang tidak dianggap’. Bila kita ibaratkan Presiden adalah ayahnya mahasiswa,” kata Dahnil.

Sebelumnya SBY sempat mengeluh di media sosial twitter karena rumahnya didemo oleh beberapa mahasiswa. Lewat twitter juga, SBY mencurigai jika aksi tersebut dilakukan oleh peserta Jambore Mahasiswa Nasional.

“Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digrudug” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*,” tulis SBY melalui akun @SBYudhoyono

SBY juga mengeluhkan sikap kepolisian yang tidak menginformasikan kepadanya tentang rencana aksi di depan rumah barunya itu.

“Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*,” katanya.