Wah! Demi Bisa Gabung Timnas nya Indra Sjafri, Cucu Mantan Presiden BJ Habibie Rela Lakukan Ini

529

kanalberita.net – Cucu dari Mantan Presiden Republik Indonesia, B.J Habibie, Rafid Habibie saat ini tengah berusaha meniti karier sepak bola di Eropa. Di tengah usahanya, ia mengaku tetap memiliki harapan untuk masuk ke skuat Timnas Indonesia U-19 kelak.

Rafid saat ini berusia 17 tahun dan sempat mengikuti trial bersama raksasa Portugal, Sporting Lisbon. Setelah bersama Sporting, Rafid yang merupakan ini tengah mengikuti program talent scouting di Perugia, Italia.

Meski saat ini menyadari masih terlalu muda untuk bergabung bersama Timnas Indonesia U-19, Rafid tetap berambisi untuk bisa masuk skuat Garuda Muda. Terlebih nantinya Timnas U-19 akan dilatih oleh Indra Sjafri yang sudah paham kualitasnya.

“Harapan saya dalam waktu dekat ini tentu bisa mendapat klub agar tahun depan saya bisa mengincar target lain yang lebih tinggi. Saya pasang target untuk masuk Timnas U-19 walaupun saya sadar saat ini umur saya masih kurang,” ungkap Rafid, seperti dikutip dari Bolalob.

Rafid sendiri memang punya alasan khusus mengapa sangat ingin bermain untuk tim yang diasuh Indra Sjafri.

“Coach Indra merupakan pelatih yang tepat untuk tim nasional terutama di bidang pembinaan pemain muda. Ia memiliki pengalaman dan metode program yang bagus,” jelasnya.

Rafid mengenal Indra dimana ia pernah berlatih selama beberapa hari di Bali United. Ketika itu ia berlatih bersama Serdadu Tridatu untuk menjaga kondisi jelang mengikuti trial di Eropa.

Rafid menceritakan bahwa masa trialnya tidak berlanjut di Sporting. Tapi mimpinya tidak pudar dimana kini ia mengikuti scouting program di Italia dengan harapan bisa dilirik oleh para pemandu bakat klub-klub Eropa ke depannya.

“Saat ini saya tengah mengikuti ISM Academy Talent Identification Program di Perugia, Italia. Rencananya saya akan ikut di sini sampai bulan Juni dengan harapan ada tim yang tertarik dan menyodorkan kontrak,” ujar Rafid.

“Kemarin saya memang sempat tiga kali trial di Sporting. Yang pertama ketika musim panas 2015, yang kedua bulan September sampai Oktober 2015, dan yang ketiga di bulan Mei sampai Juni. Sayang di sana saya tidak bisa lanjut,” ucapnya.


Dalam ISM Academy Talent Identification Program, Rafid akan bersaing dengan talenta-talenta muda lain dari seluruh dunia. Ia pun akan berusaha keras dan siap untuk bersaing.

“Program ini diikuti oleh banyak talenta dari berbagai negara seperti Norwegia, Swedia, Amerika Serikat, dan Italia. Selain itu ada pula peserta dari Korea Utara yang tahun lalu menjadi juara Piala Asia kelompok umur,” jelas Rafid.

Rafid saat ini berusia 17 tahun. Saat di Bali United, ia sempat dipuji oleh Indra sebagai pemain yang cerdas dan memiliki visi bermain yang baik.