Pulau Merah Tercemar Lumpur. Ini Penjelasan Bupati Banyuwangi

295

Koran_Sindo_Nasional_2015-09-26_Daerah_80_Peselancar_Bertanding_di_Pulau_Merah_1

kanalberita.net – Pulau Merah merupakan salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Banyuwangi. Namun, tak disangka keindahan yang ditawarkan oleh Pulau harus perlahan pudar karena banjir lumpur yang menyerangnya.

Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas meminta perusahaan tambang yang mengelola emas di Gunung Tumpang untuk mematuhi semua syarat amdal yang sudah dibuat.

Pernyataan tersebut didapat melalui percakapan via telepon oleh Kompas.com, Jumat (19/8/2016).

Anas berpendapat, jika dokumen amdal ditaati, termasuk membuat enam dam untuk menampung air, kemungkinan besar banjir lumpur seperti sekarang tidak akan terjadi.

“Kami mendesak agar perusahaan menaati dokumen amdal yang ada. Dari enam dam, baru dua yang dibuat. Memang beberapa hari curah hujan cukup tinggi tapi seharusnya bisa segera diantisipasi sehingga tidak menyalahkan hujan. Saya sudah meminta direksi untuk segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikannya,” kata Bupati Anas.

Pemkab Banyuwangi sudah cukup lama membahas antisipasi kerusakan lingkungan dengan perusahaan tambang.

Perkiraan awal hujan akan segera selesai, namun tak disangkan curah hujan semakin tinggi sehingga terjadi banjir lumpur di wilayah Pantai Merah.

“Harus ada pertemuan antara Pokmas (kelompok masyarakat) pengelola wisata pantai Pulau Merah dengan pihak perusahaan tambang walaupun izin tambang lebih dulu dibandingkan pengelolaan Pulau Merah yang baru-baru saja” kata Bupati Anas.

Perusahaan tambang tersebut diberi waktu oleh Bupati Anas antara 1 atau 2 hari untuk mengatasi masalah ini apabila mereka tidak sanggup memenuhi, Bupati Anas beserta Badan Lingkungan Hidup akan mengeluarkan teguran kepada perusahaan perusahaan tambang.

“Kami sudah sampaikan teguran secara lisan. Surat resminya segera akan dikirim ke pihak perusahaan secepatnya. Ini saya masih di Jakarta” jelasnya.

Sudah sepuluh hari pantai Pulau Merah dibanjiri oleh lumpur. Akibatnya, air pantai yang terlihat bening dan jernih menjadi keruh coklat. Endapan lumpur berwarna cokelat pekat juga terlihat di sekitar Pulau Merah.

Dari pantauan Kompas.com, terdapat enam titik di sekitar pantai yang mengalami erosi akibat luapan sungai, selain itu organisme laut yang penting dalam ekosistem seperti ikan dan gurita ditemukan mati.

“Ada beberapa gurita yang ditemukan mati akibat banjir lumpur. Karang-karang di sisi timur dipenuhi lumpur. Itu kan tempatnya gurita. Karang-karangnya juga berubah berwarna coklat” jelas Suyitno, salah satu penjaga pantai Pulau Merah kepada kompas.com, Jumat (19/8/2016).

Suyitno juga menunjukkan sungai yang dipenuhi dengan lumpur tebal. Menurut Suyitno, banjir lumpur dan batu-batuan di dasar sungai masih terlihat jelas.

“Air laut terlihat semakin keruh dan coklat ketik air pasang karena lumpurnya kan kena ombak dan arus” jelas Suyitno.