Sempat Dianggap Jenderal Gadungan, Ternyata Pria yang Hebohkan Upacara Di Istana Ini Adalah…

2685

163846720160817Alx12-Brigjen-Gadungan-di-Istana1780x390dd

kanalberita.net – Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71 dihebohkan oleh pria asing yang duduk di barisan bangku utama undangan. Pria tersebut memakai baju polisi lengkap dan diduga sebagai polisi gadungan.

Hasil dari pantauan Kompas.com, penangkapan pria tersebut dilakukan oleh Kombes Dadang and AKBP Kuswara, anak buah Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Pria tersebut bernama Luhut L. Pandjaitan, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan mengaku dirinya sebagai anggota kehormatan Brimob.

Luhut ditangkap usai Presiden Joko Widodo turun dari panggung istana Merdeka untuk menyalami tamu undangan satu per satu. Kemudia pria tersebut diserahkan ke Pasukan Pengamanan Presiden untuk diminta keterangan.

Seperti yang dilansir oleh Kompas.com, pria tersebut mengenakan seragam coklat polisi. Kemudian di papan nama di sebelah kiri dada tertulis nama “Luhut L Pandjaitan”. Terdapat satu bintang di bahu sebagai tanda pangkat. Ia juga mengenakan baret biru tua.

Saat menjalani pemeriksaan di ruang Paspampres, ia mengaku kepada wartawan bahwa dirinya adalah anggota kehormatan Brimob. Selain itu, ia juga menyebutkan salah satu nama petinggi Polri sebagai ayah angkatnya.

“Saya warga kehormatan Brimob” ujar dia setengah berteriak.

Pernyataan pria tersebut diperkuat oleh bukti kartu asli anggota kehormatan Brimob yang ia tunjukkan pada saat pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan bahwa Luhut hanya diberi pengarahan dan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Ia tidak punya niatan (tindakan kejahatan), tadi pagi sudah dipulangkan. Sementara kami ingatkan” ujar Awi, dilansir oleh Kompas.com, Rabu (17/8/2016).

Pada saat diperiksa oleh Alwi di Polda, Luhut memberikan alasan dari perbuatannya. Ia merasa diizinkan memakai seragam Brimob karena ia adalah anggota kehormatan Brimob.

Seragam yang dipakai oleh Luhut adalah seragam yang dikenakan Luhut pada saat dilantik menjadi anggota kehormatan Brimob.

“Dia memang anggota kehormatan Brimob, tapi yang jadi masalah pemakaian seragam. Seharusnya tidak boleh pakai baju itu, kalau namanya tanda kehormatan ya waktu dikasih tanda kehormatan saja dipakai, tapi lihat dikasih pangkat, pin, harusnya setelah acara pemberian (tanda) itu selesai enggak boleh dipakai lagi” ujar Awi.

Sebelum diperiksa, banyak foto-foto yang beredar di kalangan jurnalis istana yang menggambarkan Luhut sedang diinterogasi. Di dalam gambar tersebut, ditemukan Luhut melepas baju polisinya namun Luhut tetap mengenakan kemeja lengan panjang.

Sumber:kompas.com