Haris Azhar Siap Bongkar Data Pengakuan Freddy Budiman Asalkan Presiden Mau Lakukan Ini

465

13918412_10201840379008609_1687911338_o

kanalberita.net – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, pekan lalu menjadi sorotan publik selepas dirinya menus sebuah tulisan yang dia klaim sebagai pengakuan Freddy Budiman.

Haris menuliskan jika gembong narkoba yang telah ditembak mati tersebut mengaku jika ada keterlibatan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam perdagangan narkoba yang dia geluti.

Tidak hanya itu, masih dalam tulisan Haris tersebut, Freddy menyatakan telah menyetor uang sebesar Rp 450 miliar ke BNN dan Rp 90 miliar ke pejabar di Mabes Polri. Lelaki asal Surabaya tersebut juga mengklaim pernah mengantar narkoba dengan menggunakan mobil milik Perwira TNI.

Beberapa orang meragukan tulisan dari Haris tersebut. Pengakuan yang disampaikan pada Haris dinilai tanpa bukti nyata yang bisa menunjukan akan keterlibatan oknum-oknum dari pihak penegak hukum.

Meski demikian, Haris yang kini telah dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri oleh BNN, TNI, dan Polri karena tulisannya tersebut menyatakan siap membuak semua informasi yang dia miliki asal mendapat sokongan dari Presiden Joko Widodo (jokowi)

“Saya akan buka itu, tapi saya dan teman-teman koalisi masyarakat antimafia narkoba butuh jaminan yang kuat dari Presiden dengan siapa dan bagaimana data yang kami berikan nanti akan ditindaklanjuti,” ujar Haris di Jakarta, Kamis, (4/8/2016), dikutip dari tempo.co

Lebih lanjut, Haris tidak ingin perkara yang telah menyita banyak perhatian publik ini akhirnya hanya menyasar para pelaku-pelaku yang berada di level bawah saja.

“Kami enggak mau itu. Kami kan pengen buka, bongkar itu semua.” lanjutnya.

Ia memberikan saran agar Presiden segera membentuk tim investigasi yang secara khusus mengusut tuntas masalah ini. Dia berpesan bahwa tim tersebut harus memiliki kewenangan penuh untuk membongkar data-data yang diperlukan.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Haris telah melapor masalah pengakuan Freddy tersebut ke pihak Istana sebelum gembong narkoba tersebut ditembak mati. Ia mengaku telah menghubungi Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo.

Akan tetapi seperti yang dilansir oleh kompas.com, Johan Budi mengaku tidak menyampaikan laporan tersebut ke Presiden pada Senin, 25 Juli lalu. Johan beralasan jika laporan yang diterima tidak detail.

“Akhirnya, saya minta, Anda bisa enggak kasih kronologi untuk bahan saya menyampaikan itu ke Presiden,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku baru mendapatkan penjelasan detail dari Haris pada Kamis, 28 Juli pukul 19.57 WIB. Haris mengirimkan informasi detil pengakuan Freddy itu melalui pesan Whatsapp.

“Saya telepon dia, saya bilang saya belum bisa sampaikan malam ini karena Presiden malam itu ke Golkar. Memangnya ‘Pak Lurah’ bisa langsung ditelepon? Posisi saya juga enggak lagi disebelah Presiden. Saya di rumah waktu itu,” ujar Johan.

Namun pada dini harinya, Jumat, 29 Juli 2016, pukul 00.50 WIB empat terpidana mati telah berhadapan dengan regu tembak, termasuk Freddy Budiman.