Suriah Kembali Diserang Dengan Gas Beracun oleh Pemberontak

341

hama-oksigen

Warga sipil Suriah kembali diserang, kali ini dengan menggunakan gas beracun. Kejadian ini berlangsung pada hari Senin (1/8/2016), dimana sebuah helikopter menjatuhkan beberapa tong yang mengandung racun ke kota Saraqeb, Provinsi Idlib.

Aksi ini menyebabkan 13 orang yang kebanyakan terdiri dari wanita dan anak-anak harus dilarikan ke rumah sakit.

Syria Civil Defence yang kala itu sedang berpatroli di daerah Idlib mengakui tidak dapat mengidentifikasi siapa pelaku yang menjatuhkan gas beracun tersebut. “Sepertinya, itu gas klorin” ucap juru bicara organisasi kemanusiaan, yang dikutip oleh Jawapos.com.

Perlu adanya pemeriksaan laboratorium untuk membuktikan bahwa gas tersebut memang mengandung klorin.

Pada saat kejadian tersebut berlangsung para anggota Syria Civil Defence dengan sigap memberi bantuan tabung oksigen kepada korban. Akibat dari gas beracun ini dapat meyebabkan gangguan pernapasan apabila tidak ditangani secara cepat.

Syria Civil Defence adalah sebuah kelompok yang isinya terdiri dari sukarelawan dan para pekerja sosial selalu siaga menjaga warga sipil Suriah.

Selain sesak napas, gas beracun tersebut memicu kepanikan di masyrakat. Salah satu video yang dapat diakses di Youtube menunjukkan huru-hara pada saat tragedi tersebut berlangsung. Selain itu, di dalam video itu dapat dilihat beberapa orang dewasa sedang memakai respirator atau alat bantu pernapasan.

Juru bicara Suriah Civil Defence menyebutkan bahwa beberapa kali sebelumnya daerah Saraqeb merupakan daerah sasaran dari serangan gas beracun.

“Sejak perang sipil sampai sekarang, ada sekitar Sembilan serangan gas beracun di Idlib dan sekitarnya. Seluruh serangan tersebut mengandung klorin” ujar juru bicara Suriah Civil Defence.

Chemical Weapon Convention mengeluarkan sebuah larangan penggunaan klorin sebagai senjata karena dapat mengakibatkan kerusakan mata dan kulit serta sesak napas.

Presiden Bashar al-Assad mengatakan bahwa selama ini kelompok yang menggunakan gas klorin sebagai senjata adalah sang pemberontak. Dugaan ini juga dikuatkan Rusia, karena Negara tersebut selalu berpihak terhadap pemerintah.

Beberapa jam sebelumnya, Kementrian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa helikopter militernya jatuh ditembak oleh sekelompok tidak dikenal di daerah Saraqeb. Kelima orang yang sedang bertugas di dalam helikopter tersebut tewas. Helikopter ini diserang dalam perjalanan pulangnya menuju Rusia. Helikopter ini dikirim untuk bertugas mengantarkan bantuan ke Aleppo.

Serangan gas beracun ini pernah terjadi pada tahun 2013 di Eastern Ghouta sekitar 1.429 jiwa melayang karena menghirup gas sarin.

Sumber : Jawa Pos.com dan suaramerdeka.com