Baru Seminggu jadi Menkeu, Sri Mulyani Potong Anggaran Hingga Rp 133 Triliun

408

664xauto-jadi-menteri-keuangan-sri-mulyani-ini-kehormatan-160727y

kanalberita.net – Sri Mulyani Indrawati (SMI) baru sepekan menjabat sebagai Menteri Keuangan, akan tetapi dirinya telah melakukan perombakan dalam APBN-P 2016. Tidak tangung-tanggung menteri anyar hasil perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid ke dua tersebut memotong anggaran hingga Rp133,8 triliun.

“Dalam kesempatan ini, menkeu menyampaikan mengenai revisi APBN 2016 walaupun hanya tersisa lima bulan, ada beberapa perubahan yang dilakukan Ibu Menkeu yang baru bekerja enam hari tapi ternyata sudah menghasilkan banyak hal,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8/2016), dikutip dari sindonews.com

Sri Mulyani sendiri mengatakan jika tidakan tersebut agar menyelamatkan anggaran agar tidak semakin membengkak defisitnya.

“Penyesuaian perlu dilakukan agar APBN menjadi lebih kredibel,” kanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8/2016), dikutip dari republika.co.id.

Wanita yang akrab disapa dengan Mbak Ani ini lantas menjelaskan bahwa pemotongan tersebut dilakukan pada belanja yang dianggap tidak menunjang program-program prioritas.

“Yang dikurangi berkaitan dengan perjalanan dinas, kegiatan konsinyering, dan juga pembangunan gedung,” papar Mbak Ani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku telah berkoordinasi dengan para menteri koordinator (menko) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyisir belanja Kementerian dan Lembaga (K/L).

Tanpa mengurangi komitmen pemerintah untuk belanja prioritas yaitu pembangunan infrastruktur, belanja pendidikan, tunjangan profesi guru, tunjangan belanja kesehatan tetap diprioritaskan sebagai hal yang akan dijaga untuk tidak dilakukan pemotongan. Namun kami akan melakukan penelitian dengan Bappenas dan Menko yang lain untuk bisa melihat scope efisiensi yang bisa dikurangi,” imbuh dia.

Lebih lanjut, wanita yang pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 menyebutkan bahwa penerimaan pajak meleset Rp248,9 triliun dari target yang ditetapkan.

“Tahun ini berdasarkan kemungkinan penerimaan negara dari sisi pajak diperkirakan akan kurang sekitar Rp219 triliun (dari target),” ujarnya