Ahli Racun Ini Mengungkap Kapan Sianida Ditaruh di Kopi Mirna

571

Jessica-Mirna

Fakta yang menarik dari kasus kematian Mirna Salihin diungkapkan oleh Ahli Toksisologi Forensik Mabes Polri, Kombes Nursamran Subandi.

Nursamran beserta timnya berhasil mengungkapkan rentang waktu yang digunakan pelaku untuk menaruh sianida di dalam es kopi Vietnam yang diminum oleh korban di Olivier, Grand Indonesia melalui pengujian ulang.

Hasil dari pengujian tersebut, Nursamran menggunakan acuan konsentrasi anion sianida dalam Barang Bukti II yaitu sisa minuman dari es kopi Vietnam. Konsentrasi anion sianida sebesar 7.900 miligram per liter.

Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi tersebut adalah 90 jam 9 menit 36 detik. Pada saat itu, pengukuran dilakukan pada hari minggu (10/1/2016) pukul 10.30 siang.

Berdasarkan teori ini, dapat ditentukan bahwa waktu pelaku memasukkan Sianida ke dalam minuman es kopi Vietnam pada Rabu (6/1/2016), yaitu pukul 16.00 lewat 39 menit lewat 39 detik.

Seperti yang dilansir oleh detik.com, Nursamran menyebutkan ada standar deviasi dalam pengukuran tersebut, sehingga ia memakai rentang waktu sianida ditaruh dalam es kopi Vietnam.

“Setiap perhitungan ada namanya standar deviasi. Kami membuat rentang waktu 16.30-16.45” ucap Nursamran pada saat menjadi saksi ahli di persidangan kasus pembunuhan Mirna Salihin, Rabu (3/8/16) dikutip oleh kompas.com

Pernyataan dari Nursamran dicocokan dengan rekaman cctv yang diputar ulang oleh jaksa penuntut umum. Di dalam rekaman tersebut, pelayan Olivier, Agus Triyono, menyajikan es kopi Vietnam di meja nomor 54, yang merupakan tempat Jessica duduk.

CCTV tersebut memperlihatkan pada saat Agus menyajikan es kopi Vietnam adalah pukul 16.26 WIB.

Namun, sayangnya di dalam persidangan tersebut Jaksa Penuntut Umum belum memutarkan 15 menit krusial.

Walaupun belum diputar, Nursamran juga menjelaskan beberapa info menarik dari kasus ini. Pelaku yang menaruh sianida ke dalam kopi es Vietnam memiliki kecerdasan yang cukup baik. Sebelum menaruh sianida, sang pelaku sudah memiliki pengetahuan lebih dulu mengenai reaksi kimia yang akan berlangsung,

Efek sianida akan hilang apabila dilarutkan dalam air panas dan akan tetap bereaksi apabila dilarutkan di dalam air dingin.

Berdasarkan hasil rekaman cctv terlihat pada penyaji terakhir kali memegang kopi pesanan Jessica pada pukul 16.26

“Artinya mulai 16.26 kopi berada di tangan terdakwa. Kalau mengikuti persidangan berikutnya, tidak ada lagi yang melakukan interaksi pada kopi ini selain terdakwa” pernyataan ini diperkuat oleh Jaksa Penuntut Umum, Ardito Muwardi.

Sampai saat ini, pembuktian fakta yang ditemukan ini masih terus dilakukan guna mengungkapkan tabir misteri pembunuhan berencana ini.

Sumber : kompas.com