Seusai ISIS Gorok Pastor di Perancis, Ratusan Muslim Hadiri Misa

503

Muslim-Hadiri-Misa

kanalberita.net – Sekitar 200 muslim menghadiri misa pada Minggu, (31/7/2016) secara simbolis. Kehadiran warga muslim di Kota Saint-Etienne-du-Rouvray, Perancis sebagai bentuk simpati mereka terhadap tewasnya Pastor Jacques Hamel (84) yang digorok dua simpatisan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) pekan sebelumnya.

Dilansir dari merdeka.com, peristiwa tersebut membuat pengurus Paroki Gereja nerasa terharu. Mereka merasakan betapa umat beragama di wilayah tersebut masih saling mendukung satu sama lainnya.

“Ini adalah simbol setiap umat beragama masih saling mendukung satu sama lain. Bukan penganut Islam yang sudah membunuh Romo Hamel,” kata Dominique Lebrun selaku Kardinal Saint Etienne.

Komunitas muslim merasa perlu untuk hadir dalam kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga persaudaraan dengan agama lainnya.

“Bagi saya, sangatlah penting untuk berada di sini hari ini,” kata Mohammed Karabila, Presiden Saint-Etienne-du-Rouvray Masjid, dilansir dari bbc.com.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menunjukan bahwa umat Islam dan agama lainnya masih bersatu.

“Hari ini kita ingin menunjukkan secara fisik, dengan mencium keluarga Jacques Hamel, dengan mencium Yang Mulia (Uskup Agung) Lebrun di depan semua orang, sehingga mereka tahu bahwa dua komunitas (Islam dan Kristen/Katolik) ini bersatu.” tambahnya.

hormati-pendeta-prancis-digorok-isis-ratusan-muslim-hadiri-misa

Selain masuk ke Gereja, sebagian muslim lainnya membentangkan spanduk dukungan kepada umat Katolik. Kegiatan semacam itu ternyata tidak hanya dilaksanakan di Kota Saint Etienne saja, akan tetapi dilakukan secara serempak di kota lain di Perancis dan Italia.

“Sekarang adalah waktu bagi semua umat beragama merespon teror dengan cara bersatu,” kata Dalil Boubakeur, Ketua Takmir Masjid Jami Paris.

Perancis dalam beberapa waktu terakhir telah mengalami beberapa aksi brutal yang dihubung-hubungkan dengan ISIS dan Islam. Sebelum aksi penyanderaan yang berakhir dengan terbunuhnya Pastor Hamel, sebuah truk sengaja diarahkan untuk menggilas kerumunan yang merayakan Bastille Day di kota Nice. Sedikitnya 84 orang dikabarkan tewas dalam tragedi tersebut.