ISIS Gorok Pastor di Perancis. Ini Kata Paus Fransiskus Tentang Islam dan Terorisme

417

pg-34-pope-getty

kanalberita.net – Kerapnya terjadinya aksi terorisme yang hampir selalu dihubung-hubungkan dengan Islam membuat masyarakat non-muslim di dunia barat semakin memandang buruk agama Islam. Meski demikian Pemimpin umat Katolik Sedunia Paus Fransiskus punya pandangan tersendiri terkait Islam dan terorisme.

Dengan tegas Paus menyatakan bahwa Islam tidak bisa dikait-kaitkan dengan aksi brutal terorisme. “Itu tidak benar, itu keliru untuk menyatakan Islam terkait dengan terorisme,” kata Paus yang berbicara kepada wartawan di atas pesawat dalam penerbangan kembali dari Warsawa, Polandia, Minggu (31/7/2016), dikutip dari kompas.com.

Paus tidak setuju jika Islam diidentikan dengan kekerasan. “Saya yakin, tidak benar untuk memadankan Islam dengan kekerasan,” tegas dia.

Lebih lanjut, Paus menyatakan bahwa semua agama memiliki kelompok garis keras, termasuk agama yang dia pimpin. “Pada hampir semua agama selalu ada kelompok kecil fundamenalis. Kita pun punya kelompok macam itu,” ujar Paus.

Dia juga menyatakan jika berbicara mengenai kekerasan dalam Islam, maka kita juga harus berbicara mengenai kekerasan yang terjadi pada tubuh Kristen. “”Jika saya harus berbicara tentang kekerasan dalam Islam, saya pun harus berbicara tentang kekerasan dalam Kristen,” ujarnya.

“Setiap hari saya membaca berita tentang kekerasan yang terjadi di Italia. Seseorang membunuh pacarnya, yang lain membunuh mertuanya, dan mereka adalah orang-orang yang dibaptis sebagai pemeluk Katolik,” sambungnya.

Paus menegaskan bahwa sikap menuhankan uang adalah faktor terjadinya terorisme. “Ini yang pertama membentuk terorisme. Menentang kemanusiaan adalah dasar dari terorisme,” tutur Paus Fransiskus, dikutip dari tempo.co.

Sedikinya peluang ekonomi bagi masyarakat muda di Eropa membuat mereka menjadi pengangguran dan akhirnya terlibat narkoba, alkohol, atau ikut ISIS.

Pernyataan Paus tersebut terkait dengan aksi terorisme yang terjadi di Perancis. Terjadi pembunuhan terhadap pastor Katolik Roma, Jaqcues Hamel, oleh dua pengikut kelompok teroris ISIS pada Selasa, (26/7/2016). Pastor Hamel memimpin misa pagi di Gereja Gambetta, Saint-Etienne-en-Rouvray, di dekat Kota Rouen. Pelaku membunuh Pastur berusia 85 tahun tersebut dengan cara menggorok lehernya.