Ternyata Seperti Ini Cara Provokator Memicu Kerusuhan di Tanjungbalai

395

ilustrasi-kerusuhan-1_20160730_205210

kanalberita.net – Kerusuhan pecah di Tanjungbalai Sumatera Utara, Jumat (29/7/2016). Dilaporkan ada lima Wihaya dirusak dan dibakar oleh warga. Polisi saat ini sedang memburu provokator yang menyebabkan konflik yang berlatar belakang perselisihan atar umat beragama tersebut.

Dilansir dari jpnn.com, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa sebelum pecah kerusuhan sebenarnya polisi telah berusaha menengahi permasalahan yang berawal dari salah komunikasi antartetangga.

“Karena kurang komunikasi. Ada kata-kata dari warga lainnya yang kurang pas ketika ada suara pengeras suara dari masjid. Sehingga ada warga keturunan yang berbicara agak keras,” kata Kapolri di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016).

Perselisihan tersebut sebenarnya sudah dilerai di tingkat lingkungan sekitar, namun beberapa pihak masih terjadi perdebatan.

“Ini sebenarnya sudah diselesaikan di tingkat ketua lingkungan. Tapi kemudian masih terjadi perdebatan dan akhrinya dibawa ke polsek,” kata Tito

Namun ketika proses mediasi tersebut, seseorang menyebarkan pesan provokatif di media sosial facebook.

“Kemudian warga ramai. Secara sporadis melakukan aksi kekerasan, ‎khususnya pembakaran di ada tiga rumah kalau tidak salah, kemudian ada kendaraan, serta vihara dan klenteng,” jelas Tito

Tito lantas menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk memburu provokator yang menyebarkan pesan di facebook tersebut. “Kami uga ‎mengirimkan tim untuk melacak kalau ada yang mereka melakukan isu provokatif lagi,” imbuh Tito.‎

Lebih lanjut Tito mengatakan jika kondisi di Tanjungbali sudah kondusif. Polri dan TNI sudah berada di beberapa titik yang dianggap rawan agar tidak ada kejadian serupa berulang.

“Sudah dilakukan pertemuan oleh Kapolda bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama. Sementara, penjagaan melibatkan TNI, baik dandim serta satuan TNI AL, karena di situ pinggir laut. Wali Kota dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) juga sudah duduk bersama menyelesaikan kasus itu,” tandas Tito