Idap Atresia Bilier, Bayi Dari Keluarga Miskin Ini Butuh Dana Rp. 1 Miliar

1306

idap-atresia-bilier-pengobatan-butuh-rp-1-m

kanalberita.net – Rakawindra Dwi Putra, bayi yang lahir pada 24 November 2015, merupakan anak pasangan dari Ady Zailani dan Yuliana Ika Susanti mengidap penyikat bilier. Kondisi bayi tersebut kian hari makin menyusut berat badannya diikuti dengan warna tubuh yang kekuning-kuningan.

Seperti yang dilansir oleh jpnn.com, kedua orangtua Raka hanya bisa tawakal dan pasrah melihat kondisi buah hatinya tumbuh tidak seperti bayi pada umumnya. Orangtuanya mengaku telah berusaha sebisa mungkin untuk mejalani pemeriksaan dan pengobatan untuk anaknya tersebut.

Setiap hari perut bayi tersebut makin membesar, jauh dari ukuran normal bayi sehat, namun lengan dan pergelangan tangannya terlihat kecil.

Saat ini, pengobatan masih terus dilakukan. Raka harus dirujuk ke berbagai rumah sakit besar agar pengobatan yang sudah di jalani dari usia 3 bulan bisa optimal. Namun, sekali lagi, uang adalah kendala dari pengobatan ini.

Kedua orang tua Raka tidak lagi bekerja, dan sekarang mereka menumpang di rumah saudaranya di Jalan Rajawali VI Blok 2 No.5 Palangkaraya. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, mereka banyak dibantu oleh sanak saudara.

“Saat ini kami hanya bisa mengandalkan BPJS kesehatan. Namun tidak semua obat atau vitamin ditanggung. Apabila obat di RS tidak ada terpaksa kami harus mencarinya di luar. Untuk vitamin saja harus menebusnya dengan biaya Rp 1,5 juta,” kata Santi, Ibu Raka, Selasa (19/7/2016), dikutip dari jpnn.com.

Raka harus menjalani transplasi hati, biaya pengobatan Raka diduga menghabiskan dana hingga 1 milliar.

Ibu muda tersebut semakin gelisah karena BPJS hanya menanggung biaya tidak lebih dari seperempat dari total biaya yang mungkin akan dikeluarkan.

“Waktu rujukan hanya berlaku satu bulan. Biaya pengobatan ditaksir sekitar Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar. Sedangkan BPJS hanya menanggung biaya sebesar Rp 250 juta,” keluh Santi

Santi mengatakan bahwa dia mendapat informasi jika di Indonesia hanya ada empat rumah sakit yang bisa menangani penyakit ananknya, yakni Jakarta, Surabaya, Semarang dan Jogjakarta.

Dokter yang menangani Raka menyebutkan jika Atresia Bilier, penyakit yang diidap oleh Raka adalah penyakit yang terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun di luar hati pada tubuh manusia.

Meski demikian, dokter tersebut tidak bisa menenrangkan tentang penyebab gangguan saluran empedu tersebut.

Sumber : Jawa Pos