Mengungkap Gaya Blusukan dan Penyamaran Ala Soeharto

1216

113083_soeharto-tengah-beristirahat-di-tengah-tengah-kunjungannya-ke-daerah

kanalberita.net  – Ketika mendengar ‘blusukan’ maka hal pertama yang terlintas dibenak publik adalah kegemaran Presiden Jokowi yang gemar keluar masuk kampung. Namun ternyata, ‘blusukan’ tidak hanya dilakukan oleh Presiden Jokowi saja. Bahkan, mantan presiden Soeharto dulu juga sering melakukan hal yang sama.

Bedanya, blusukan yang dilakukan Soeharto kala itu belum sepopuler sekarang. Blusukan yang dilakukan ala Soeharto sering dilakukan dengan cara incognito atau penyamaran.

Soeharto melakukan penyamaran dan blusukan dari satu desa ke desa yang lainnya bukan tanpa sebab. Ia ingin menjadi lebih dekat dengan rakyatnya dan terjun langsung ke lapangan tanpa intervensi pihak-pihak tertentu. Bahkan, aksi blusukannya ini telah ia lakukan selama lima periode kepemimpinannya berturut-turut.

Blusukan pertama Soeharto dilakukan pertama kali pada tahun 1970an. Kunjungan blusukan yang dilakukan kala itu benar-benar rahasia. Bahkan ia berani meninggalkan atribut kepresidenannya. Selama blusukan, ia bepergian dengan menggunakan mobil jip, bukan mobil kepresidenan yang selama ini digunakannya untuk bertugas.

Mobil yang digunakan saat itu adalah jenis Toyota Hardtop. Pasukan Pengawal presiden pun takut kalau-kalau terjadi sesuatu yang dapat mengancam jiwa dan raga presiden.

“Masak takut? Kita kan semua tentara.” Ujar Soeharto seperti dituturkan Casmo Tatilofa dalam Catatan Ringan Wartawan Istana.

Selama menyamar, Soeharto banyak berdialog langsung dengan rakyat. Soeharto berkeliling dari satu desa ke desa lain, pasar, hingga persawahan. Saat Soeharto blusukan di sawah pun ada kejadian yang menarik. Kala itu, Soeharto harus dibantu Kolonel Try Sutrisno saat melompati area persawahan.

BycJ_miCEAANzZB

Soeharto juga sempat menginap di rumah salah seorang kepala desa dan berpura-pura sebagai mantri. Namun akhirnya, seorang warga mengetahui keberadaannya. Jajaran pemimpin daerah mulai dari bupati, gubernur, dan pejabat-pejabat yang lain kalang kabut dan memburunya untuk menyajikan pelayanan yang terbaik.

Aksi blusukannya ini akhirnya tercium oleh para wartawan. Penasaran, para wartawan pun memburu Soeharto dengan mengikuti mobil jip yang dikendarainya. Saat kendaraan Soeharto berhenti, para wartawan pun berlan mengejarnya.

“Mengapa ikut? Wong saya mau kencing, kok!” kata Presiden seperti dikutip republika.co.id. Para wartawan pun harus tersenyum kecut.

Dalam setiap blusukannya, Soeharto hampir dikatakan tidak pernah lupa untuk mengunjungi petani. Soeharto selalu mendengarkan keluh kesah petani dengan seksama. Bahkan tak jarang ia memberikan solusi atas permasalahan para petani tersebut. Mengingat Soeharto adalah figur yang tumbuh dari lingkungan petani.

Soeharto juga tak sungkan untuk bermalam di sebuah bedeng di tepi sungai milik Suku Badui. Tayangan tersebut juga ditayangkan oleh televisi nasional dan dapat dipastikan tanpa rekayasa.