PK Ditolak, Freddy Budiman Segera di Dor

538

freddy budiman eksekusi mati

kanalberita.net – Terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman harus bersiap-siap menghadapi terjangan peluru. Namanya masuk daftar eksekusi mati jilid III dan Mahkamah Agung resmi menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan gembong narkoba tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh jpnn.com, ditolaknya PK Freddy itu telah diumumkan secara resmi di situs database putusan MA. Majelis hakim yang diketahui Andi Samsan Ngaro dalam putusannya menolak PK yang diajukan Freddy lewat pengacaranya, Untung Sunaryo.

’’Iya, ditolak, kembali pada putusan sebelumnya,’’ kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur.

Freddy diganjar dengan hukuman mati setelah kedapatan berupaya mendatangkan 1,4 juta butir ekstasi dari China.

Sementara itu, pengacara Freddy, Untung Sunaryo mengaku belum menerima salinan putusan tersebut. Ia menyatakan baru akan berkomunikasi dengan kliennya setelah memegang salinan putusan.

”Setelah dapat, nanti saya konsultasi dengan dia (Freddy, Red),’’ ujarnya.

Nama Freddy santer terdengar karena ketidakjeraanya terhadap hukuman yang diterimanya. Meski telah mendapatkan vonis mati pada 2012 lalu, ia masih menjalankan bisnis heramnya tersebut. Ia dengan leluasa mengendalikan bisnis narkoba dari dalam Rutan Cipinang.

Belum juga kapok, selepas dipindah ke Nusakambangan, Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mengendus keterlibatan Freddy dalam bisnis sabu-sabu. Nama Freddy disebut-sebut dalam kasus yang dibongkar oleh BNN dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu berupa penyelundupan 33 kg sabu-sabu yang disembunyikan di kotak besi seberat 800 kg.

Ditolaknya PK tersebut menandakan jika Freddy akan segera menjalani eksekusi mati. Jaksa Agung M. Prasetyo tidak menampik jika gembong narkoba kelas kakap tersebut akan segera ditembak mati.

”Menurut kamu bagaimana (eksekusi mati, Red)? Masyarakat menghendaki semua segera diselesaikan,” ujar Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan di kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, kemarin (22/7/2016).