Fachri Firmansyah, Mantan Pemian Timnas yang Jadi Satpam Karena Cedera. PSSI Tanggung Jawab?

555

002889700_1465701514-12062016-fachrifirmansyai

Kanalberita.net – Nama Fachri Firmansyah sempat masuk dalam daftar pemain Timnas U-19. Remaja kelahiran Surabaya itu kini bernasib tragis, karir sepakbolanya hancur berantakan. Bahkan untuk menyambung hidup, ia harus jadi kulipanggul dan satpam.

Dilansir dari detik.com, Setelah tidak masuk dalam skuat Timnas U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19, Fachri menjadi salah satu penggawa timnas U-21. Dia ikut membela timnas saat tampil di turnamen COTIF di Spanyol pada Agustus 2014, yang ketika itu dipimpin oleh Rudy Keltjes.

Pada Piala COTIF tersebut dia mengalami cedera parah di ligamen lutut kanannya. “Ya, waktu itu dia posisinya lagi sliding, cuma kakinya tidak tepat jadi jatuh dan cedera,” kata Rudy Keltjes, dikutip dari detik.com.

Fachri sendiri mengaku mengalami tekanan mental saat mengetahui cederanya cukup parah dan harus mengubur impiannya di dunia sepakbola. Dalam keterpurukan batin, ia memilih tinggal di pesantren guna menenangkan diri.

“Akhirnya saya putuskan untuk mondok. Saat itu kondisinya sudah stres banget, Mas,” aku Fachri, Rabu (17/6/2016), dikutip dari bola.com.

Fachri mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Attahdzib di daerah Rejoagung, Ngoro, Jombang.

“Kenapa saya akhirnya mondok? Karena saya hanya ingin menenangkan pikiran. Itu saja. Alhamdulillah sekarang lebih baik,” katanya.

Selepas itu, ia berusaha bangkit dengan mencoba mencari pekerjaan. Awalnya dia mencoba menjadi satpam di sebuah perusahaan lantas pindah ke kawasan Rungkut Industri untuk jadi kuli panggul.

“Saya sempat menjadi kuli panggul LPG di Rungkut Industri. Bersama 12 teman lainnya, setiap hari saya angkat-angkat LPG ke 20 truk. Capeknya minta ampun. Badan rasanya rontok. Saya cuma kuat tiga bulan,” kata Fachri

Pemuda kelahiran 10 Januari 1996 tersebut lantas mencoba kembali melamar sebagai satpam. Saat menjalani tes fisik, ia mengaku mengalami kendala pada kakinya.

“Waktu tes lari, saya ya lari sampai lutut ini bunyi ‘tek-tek’. Lama-lama otot saya melintir. Saya lalu bilang ke penguji kalau kaki saya sakit,” kisah mantan pemain Sriwijaya FC U-21 ini

Fachri mengaku jika gaji menjadi satpam membuatnya tidak bisa memulihkan kondisi fisiknya paska cedera.

Sementara itu, Rudy Keltjes seperti yang dilansir detik.com menceritakan bagimana kondisi mantan anak asuhnya tersebut setelah mengalami cedera. Ia menyatakan bahwa PSSI kurang perhatian pada Fachri yang mengalami cedera saat membela Timnas.

“Sriwijaya sudah bantu melalui Pak Bambang (asisten manajer SFC U-21). Fachri sempat dioperasi di Palembang. Manajemen Sriwijaya FC juga sudah menghubungi PSSI, tapi mereka cuma bilang iya saja. Katanya mereka mau ganti biaya operasi, tapi sampai detik ini tidak ada sama sekali,” lanjut Rudy.

Sebagai pemain Timnas dan mengalami cedera saat membela Indonesia, Rudy menyatakan PSSI seharusnya bertanggung jawab.

“Coba tanyakan kepada PSSI, lihat di mejanya Sekjen PSSI di situ ada bukti surat pembayaran operasi Fachri yang katanya mau diganti. Tapi sampai sekarang tidak ada. PSSI harus tanggung jawab, paling tidak memberikan perhatian,” cerita Rudy.

Seorang netizen yang bernama Rangki Effan yang mengaku sebagai sahabat dari Fachri juga mengungkapkan bagaimana pihak PSSI tutup mata terhadap cedera yang dialami anak tunggal dari pasangan Heri Purwoko dan Muryati ini.

“Dilaga timnas dy mengalami cidera engkel dan patah tulang, setelah pengurus timnas tau fachri firmansyah cidera hebat dan tidak bisa main sepak bola lagi..pengurus timnas seakan tutup mata dan biaya operasi pun ditanggung sepenuhnya sama fachri…itulah hebatnya sepak bola di indonesia…dan sekarang fachri firmansyah menjadi security…” tulis Rangki di laman facebooknya

Namun sebuah harapan sedikit muncul untuk kesembuhan Fachri. Dilansir dari detik.com, peruntungan Fachri beranjak membaik setelah dia mendapat bantuan dari Pangkostrad, Letnan Jendral TNI Edy Rahmayadi. Letnan Jendral TNI Edy Rahmayadi, yang juga merupakan Presiden Direktur PS TNI datang membesuk pada akhir pekan lalu di RS Gatot Subroto. Kunjungan itu dilakukan beberapa hari setelah Fachri menjalani operasi keduanya di rumah sakit tersebut.