Masih Ingat Martunis Anak Angkat Ronaldo? Begini Nasibnya Sekarang

1980

martunis_ok

kanalberita.net – Masih ingat dengan Martunis? Seorang anak Aceh yang menjadi anak asuh pesepakbola Portugal Cristiano Ronaldo semenjak tragedi tsunami yang melanda provinsi paling barat di Indonesia tahun 2004 yang lalu.

Kini ia menjelma jadi pesepakbola muda, seperti ayah angkatnya. Sekarang usianya sudah 17 tahun dan sedang berada di kampung halamannya di Banda Aceh. Sebelumnya dia telah mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama klub yang pernah dibela Ronaldo semasa masih kecil, Sporting Lisbon.

Martunis tercatat telah bergabung dengan tim U-17 klub besar di Portugal tersebut selama setahun terakhir. Kini dia sedang menungguh hasil trialnya bersama klub Sporting Lisbon. Jika berhasil, dia akan dikontrak oleh klub yang memiliki seragam kebanggaan berwarna hijau putih tersebut.

Dirinya mengaku belum memutuskan apakah akan melanjutkan karir sepakbolanya jika gagal bergabung dengan Sporting Lisbon. Saat ini juga dia dikabarkan tengah mencari klub lokal yang bersedia menerimanya sebagai pemain.

Sedangkan mengenai prestasi yang baru saja diraih oleh ayah angkatnya di pala Eropa 2016, Martunis mengaku bangga. Ia ikut bergembira dengan keberhasilan timnas Portugal jadi juara Piala Eropa 2016 setelah mengalahkan Prancis 1-0 di di Stade de France, Paris.

“Tentu saya senang ia (Ronaldo) akhirnya bisa mewujudkan impiannya meraih gelar Piala Eropa,” kata Martunis seperti dilansir dari kompas.com

Meskipun tak bisa dipungkirinya jika dia merasa sedih melihat Ronaldo harus keluar lapangan karena cidera di menit ke 23.

“Saya merasa sangat sedih karena dia hanya bermain sebentar di partai final. Semoga dia baik-baik saja dan bisa kembali bermain buat Real Madrid dan juga timnas Portugal,” kata Martunis, dikutip dari bola.com

Martunis menjadi sosok yang sangat terkenal setelah musibah tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam. Ia ditemukan dalam keadaan selamat 21 hari setelah tsunami. Kisah bertahan hidup seorang bocah kecil tersebut menuai simpati publik dunia, terutama masyarakat Portugal, sebab saat ditemukan bocah kecil itu mengenakan replika baju timnas Portugal di tubuhnya.