Erdogan Dikudeta, Militer Turki Kepung Ibu Kota

348

pasukan-militer-blokade-jalan-di-ibu-kota-turki-_160716054426-550

kanalberita.net – Militer Turki melakukan aksi kudeta terhadap Pemerintahan Presiden Reccep Tayyip Erdogan pada Jumat (15/7/2016) malam waktu setempat. Dilaporkan kendaraan tempur milik militer telah mengepung Ankara, Ibu Kota Turki.

Dilaporkan oleh republika.co.id, bahwa militer telah mengambil alih Bandara Istanbul serta dua jembatan strategis Bosporus diblokade. Informasi lainnya menyebutkan jika pesawat-pesawat tempur terbang rendah di langit Ankara dan tembakan-tembakan dilepaskan seperti yang ditulis oleh media Belanda, Reuters.

“Kami melakukan ini demi demokrasi di negara ini. Hak-hak Asasi Manusia tetap dijunjung tinggi,” demikian pernyataan militer.

Televisi pemerintah menyatakan draf konstitusi baru segera disusun. Pihak militer mengatakan memberlakukan darurat militer dan langkah-langkah yang diambil untuk memulihkan ketertiban konstitusional negara itu. Termasuk kebebasan sipil dan hak asasi manusia.

Erdogan sendiri tidak menampik ada upaya pengulingan kekuasaannya menggunakan kekuatan militer. Ia melakukan telewicara dengan stasiun televisi CNN dari tempat persembunyian. Dia menyatakan jika aksi kudeta tersebut akan segera ia atasi dan meminta rakyat pendukungnya turun ke jalan untuk melakukan perlawanan.

“Turunlah ke jalan dan beri mereka jawaban,” kata Erdogan dalam wawancara itu.

presiden-turki-recep-tayyip-erdogan-wawancara-dengan-cnn-turki-_160716052722-326

Ia menyatakan jika yang melakukan kudeta hanya sebagian kecil dari tentara Turki dan sudah lepas dari rantai komando. Erdogan meyakinkan publik Turki bahwa dirinya masih menjabat sebagai Presiden Turki yang sah dan Panglima Tertinggi Militer negaranya.

“Saya akan datang ke alun-alun Ankara….kudeta ini dilakukan dari luar rantai komando. Mereka yang bertanggung jawab akan dihukum,” lanjut dia.

Laporan lain menunjukan jika dua partai oposisi yang selama ini menetang pemerinthan Erdogan menyatakan tidak terkait dengan aksi kudeta militer tersebut.

“Negara ini telah menderita banyak dari kudeta. Kami tidak ingin kesulitan-kesulitan ini diulang,” demikian pernyataan Pemimpin Partai Republik Rakyat (CHP) Kemal Kilicdaroglu, dikutip dari hurriyetdailynews.

Kemal menegaskan jika dirinya dan partainya akan selalu menjaga Republik Turki dan menegakan demokrasi yang selama ini telah berjalan.

“Perlu diketahui bahwa CHP sepenuhnya tergantung pada kehendak bebas dari orang-orang yang tak terpisahkan dari demokrasi parlementer kita.” tambahnya.