Kapolda akan Tangkap Anggota FPI yang Razia Kalender Palu Arit di Rumah Warga

303

1330205Kalender-2780x390

Kanalberita.net – Baru-baru ini terkuak adanya peredaran kalender denga gambar palu ari di kawasan Singkawang, Kalimantan Barat. Mengenai hal tersebut, kepolisian menghimbau agar warga menjaga suasana agar tetap kondusif. Bahkan Kapolda Kalbar Brigjen Pol Musyafak memerintahkan penangkapan terhadap anggota Front Pembela Islam (FPI) Kota Singkawang jika melakukan sweeping kalender bergambar palu arit di rumah-rumah warga.

“Saya katakan, polisi masih bisa melakukan tindakan. Kalau sampai nanti FPI melakukan razia, terus terjadi bentrokan, berarti saudara yang akan saya tangkap. Itu yang saya sampaikan kepada mereka (FPI),” terang Musyafak, Senin (11/7/2016) siang, dikutip dari jpnn.com.

Kapolda menyatakan telah menyiapkan sanksi bagi siapa saja yang membuat suasana menjadi tidak kondusif. Musyafak mendapat informasi bahwa akan ada upaya razia dari kelopok masyarakat tertentu ke rumah-rumah warga terkait kalender tersebut.

Kalender tersebut sudah disita oleh pihak kepolisian dan mereka yang memiliki telah dimintai keterangan.

Dari keterangan saksi disebutkan bahwa kalender tersebut dijual dalam acara tahunan warga keturunan Tiongkok dan dalam rangka hari peringatan bagi warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Kota Singkawang.

“Tidak ada dicetak di Indonesia. Kalender kan semacam simbolnya Tiongkok. Karena di Indonesia tidak terbiasa dengan suasana seperti itu, ada gambar palu arit, dianggapnya langsung penyebaran PKI. Nah kita juga berharap jangan menilai terlalu cepat,” tegas Musyafak.

Sebelumnya telah dikabarkan jika beredar kalender dengan logo palu arit di Kota Singkawang. Gubernur Kalbar Cornelis telah memastikan bahwa kalender tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan penyebaran komunis di Indonesia.

Menurutnya, itu adalah bagian dari peringatan khusus dari negara Tiongkok. Dirinya menyatakan jika setiap negara pasti memiliki lambang tersendiri.

“Setiap negara itukan punya lambang sendiri-sendiri, ya kalau memang dari sana mengucapkan selamat atau apa, saya kira tidak masalah,” kata Cornelis, Jumat (1/7/2016), dikutip dari tribunnews.com.

Meski demikian, seperti yang diberitakan oleh kompas.com bahwa pihak kepolisian telah menyita kalender-kalender tersebut karena dianggap menyerupai lambang komunis yang telah dilarang oleh negara.

Dalam Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966, tercantum soal pelarangan paham komunisme dan penyebaran terhadap ajaran-ajarannya.

“Sesuai dengan peraturan, kita mensosialisasikan kepada masyarakat terkait adanya larangan logo tersebut digunakan di negara kita. Warga juga secara kooperatif menyerahkan kepada polisi,” kata Kepala Sub Bid Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiudin, Kamis (30/6/2016), dikutip dari kompas.com