Inilah Fakta-Fakta Unik Mengenai Mudik

738

mudagrafika-for-wordpress-mudik-2

kanalberita.net – Masyarakat Indonesia punya tradisi yang unik saat lebaran, yakni mudik. Mereka yang tinggal di kota berbondong-bondong pergi ke kampung halaman atau ke kerabat mereka yang ada di kampung atau daerah.

Kebiasaan ini telah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu menjelang Idul Fitri. Hampir seluruh masyarakat muslim memilih untuk merayakan lebaran beserta keluarga mereka di kampung.

Tak jarang kebiasaan yang dilakukan secera bersama-sama ini membuat jalanan jadi macet mejelang dan sesudah lebaran.

Mudik sebenarnya menyimpan banyak fakta-fakta menarik dan unik. Penjalanan massal tahunan tersebut menyimpan beberapa hal yang menarik, diantaranya adalah:

Asal Usul Kata Mudik. Kata mudik konon berasal dari bahasa jawa, ‘mulih dilik’ yang artinya pulang sebentar. Ini digunakan untuk para perantau yang ingin pulan sementara waktu ke kampung halamannya.

Akan tetapi ada juga yang mengatakan mudik berasal dari kata udik yang artinya selatan atau hulu. Berdasar sejarah, di Jakarta dahulu ada wilayah yang bernama Meruya Udik, Meruya Ilir, Sukabumi Udik, Sukabumi Ilir, dan sebagainya.

Ketika Jakarta masih bernama Batavia, hasil bumi dikirim dari wilayah selatan. Para petani yang dari daerah selatan mengirim hasil pertaniannya melalui jalur sungai. Dari situlah muncul istilah milir-mudik, yang artinya sama dengan bolak-balik. Mudik atau menuju udik saat pulang dari kota kembali ke ladangnya, begitu terus secara berulang kali

Penduduk Kota Lenyap. Jika pada hari-hari biasa, kota besar seperti Jakarta dan Surabaya hampir selalu ada kemaceta, maka ketika lebaran jalanan jadi lengangan karena lebih dari setengah penduduk kota hilang.

Kota metropolitan memang tepatnya para perantau untuk mencari penghasilan. Penduduk Jakarta dan kota-kota besar lainnya sebagian besar adalah mereka yang berasal dari daerah atau kampung.

Mudik Menggunakan Kendaraan Roda Dua. Fenomena unik lainnya dari tradisi mudik adalah penggunakan sepeda motor menuju kampung halaman. Padahal jarak tempuh cukup jauh, bahkan hitungan ratusan kilometer. Meski demikian, sepeda motor dianggap moda transportasi yang relati efektif untuk pemudik.

mudik4_david1

Sepeda motor dianggap bisa menerobos kemacetan yang biasanya terjadi ketika arus mudik maupun balik. Meski melelahkan, mudik dengan sepeda motor dianggap lebih hemat.

Keunggulan lainnya adalah ketika mereka di kampung halaman, mereka tidak perlu lagi menyewa atau meminjam kendaraan ke orang lain untuk berkunjung ke sanak saudara.

Pendapatan Daerah Meningkat. Ketika masyarakat perkotaan berbondong-bondong ke daerah, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut meningkat drastis. Para pemudik ketika lebaran rata-rata tidak segan untuk membelanjakan uangnya untuk berbagai keperluan.

Seorang pakar ekonomi menyebutkan jika daerah-daerah tujuan pemudik mampu mendapatkan pemasukan hingga sekitar 90 miliar rupiah selama momen tersebut. Meski tidak berlangsung lama, itu merupakan sebuah suntikan segar untuk memicu roda ekonomi daerah.

Makanan dan Baju Lebaran. Saat menuju kampung halaman, pemudik selalu memabawa barang-barang bawaan. Barang tersebut bisa sebagai perbelakan pribadi, bisa juga sebagai hadiah kepada sanak saudara.

Menariknya, barang bawaan yang diusung dari kota ke kampung halaman didominasi oleh pakaian dan makanan. Bahkan terkadang jumlah yang mereka bawa sangat berlimpah, hingga tak jarang kita melihat pemudik yang membawa kardus, tas dan koper dengan jumlah yang cukup banyak.

Angka Kematian Meningkat. Perjalanan secara massal oleh pemudik membuat angka kecelakaan meningkat. Tidak jarang kecelakaan yang terjadi selama mudik mengakibatkan korban meninggal dunia.

Angka kematian akibat kecelakan selama arus mudik maupun balik meningkat drastis dibanding hari biasanya. Bahkan sebuah kabar terbaru menyebutkan ada belasan orang meninggal karena kelelahan dalam meghadapi kemacetan. Kondisi tubuh turun drastis sehingga penyakit mereka kambuh dan berakibat kematian.

325566_kecelakaan-tabrakan-beruntun-saat-musim-mudik-di-jombang_663_382

“Sekitar 12 orang meninggal mungkin karena penyakit yang mereka miliki saat mudik. Mudik kan memang mengeluarkan banyak tenaga. Sejauh ini belum diketahui, mungkin dengan tenaga besar yang dikeluarkan untuk mudik, ada beberapa penyakit yang kambuh. Sampai saat ini, itu data yang kami terima,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi Parwoko, Selasa (5/7/2016), dikutip dari cnnindonesia.com.

Pertambahan Jumlah Penduduk Kota. Selepas mudik, biasanya jumlah penduduk kota meningkat. Hal tersebut karena pemudik kadang membawa sanak keluarga lainnya ke kota.

Penduduk desa sering melihat para pemudik memiliki tingkat ekonomi yang baik membuat mereka memiliki keinginan untuk mencoba beradu nasib di kota-kota besar. Faktor ini adalah salah satu penyebab semakin padatnya penduduk kota.