Teroris Banglades Bantai Warga Asing yang Tak Bisa Baca Alquran

392

1032197dhaka3780x390

kanalberita.net – Aksi teror kembali pecah, kali ini di Banglades, tepatnya restoran the Holey Artisan Bakery, di wilayah Gulshan, Dhaka Jumat malam (30/1/2016). Sejumlah pemuda memasuki restoran dengan pakaian yang rapi, namun kemudian melakukan aksi penyanderaan.

Dilansir dari kompas.com disebutkan bahwa penyanderaan tersebut berlangsung sekitar 10 jam berakhir pada Minggu pagi, didapati 28 korban tewas, yang seluruhnya adalah warga negara asing dari luar Banglades.

Dalam sebuah kesaksian disebutkan bahwa penyandera sempat mengatakan kepada warga asing yang disandera bahwa mereka akan membunuh warga non-muslim.

“Kalian semua tak perlu takut, kami datang ke sini hanya untuk membunuh mereka yang bukan Muslim,” demikian kalimat yang didengar saksi mata itu, seperti dikutip laman Los Angeles Times.

Kawasan tempat penyanderaan tersbut memang terkenal sebagai lokasi berkumpulnya warga asing di Banglades. Pada daerah tersebut banyak terdapat kantor diplomatik, apartemen dan hotel.

Dilaporkan bahwa ada sekurang-kurangnya enam penyandera tewas dalam baku tembak saat pasukan keamanan Banglades mencoba membebaskan sandera. Sementara seorang penyandera behasil ditangkap dalam kondisi hidup.

The Amaq News Agency yang terafiliasi dengan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada Sabtu merilis sejumlah foto bergambar para pelaku penyerangan yang dideskripsikan sebagai warga Banglades.

Mereka berfoto dengan latar belakang bendera ISIS. Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa para pemuda tersebut telah dibelaki senjata berupa pisau, granat, senapan dan lainnya.

collage-mos_070216111628

Seorang saksi lain menyatakan jika para teroris menceritakan bahwa pada saat penyanderaan para teroris meminta semua yang ada dalam restoran untuk membaca Alquran. Mereka lantas memisahkan sandera yang tidak bisa baca dan yang bisa membaca Alquran.

Peristiwa yang menelan korban jiwa dari warga sejumlah negara, di antaranya Italia, Amerika Serikat Jepang, dan India, tentu mengundang reaksi keras.

Kementerian Dalam Negeri AS menyatakan bahwa pemerintahnya akan mendukung Perdana Menteri Hasina untuk memberantas terorisme di Banglades. Sementara, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe langsung membentuk tim kerja yang dikirim ke Banglades untuk membantu langkah investigasi.

Perdana Menteri Banglades, Sheik Hasina Wajed menyatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan ruang untuk teroris hidup di negaranya.

“Kami tak menghendaki teroris hidup di Banglades,” kata Hasina.

Dirinya juga menyayangkan aksi tersebut telah merusak nama Islam. “Saya tak mengerti apa yang mereka yakini, Muslim macam apa sebenernya mereka ini?” ungkap dia lagi.