Alhamdulillah, Panglima TNI Ijinkan Tentara Wanita Mengenakan Jilbab

2588

prajurit-tni-ad-berjilbab-_150618004050-217

kanalberita.net – Kabar gembira bagi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) wanita yang ingin mengenakan jilbab. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mempersilahkan anggota wanita TNI AD (Kowad) untuk mengenakan jilbab

“Jadi begini, jilbab itu bulan puasa jadi pada pakai. Kalau mau gunakan ya gunakan saja,” kata Gatot di Kantor Menkopolhukam, Jumat (1/7/2016), dikutip dari republika.co.id.

Selanjutnya Gatot mengatakan jika dirinya tidak melarang anggota Kowad mengenakan pakaian tersebut selepas bulan puasa ini. “Pakai, pakai saja. Gak ada yang ngelarang kan. Boleh, saya gak larang,” kata Gatot.

Penggunaan jilbab bagi anggota wanita TNI ini sempat menjadi perdebatan sejak beberapa tahun terakhir. Tahun lalu saat isu ini mengahangat, Jenderal Moeldoko yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI hanya mengijinkan tentara berjilbab di wilayah Aceh saja.

“Aturannya sudah kita buat. Tak ada larangan. Kalau mau pake jilbab, tinggal pindah ke Aceh. Selesai persoalan,” katanya waktu itu, dikutip dari kompas.com.

Menurut Moeldoko permasalahan tersebut sudah final baginya dan tidak ada pembahasan lebih lanjut.

“Prinsipnya, kami tidak kaku. Kami akomodasi. Kalau mau pakai jilbab, bertugasnya di Aceh. Kalau ada yang berminat, tinggal ajukan saja ke atasannya,” ujarnya.

Sementara itu, aturan mengenai jilbab dikalangan Polri sudah ditetapkan pada tahun 2015 yang lalu. Mabes Polri secara resmi mengakomodasi keinginan anggotanya maupun PNS yang bekerja di lingkungan Polri untuk berhijab.

Dalam pengumuman yang terdapat dalam laman humas.polri.go.id aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor : 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri Nopol : SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.