Memotret Indahnya Toleransi Umat Beragam di Bosnia Herzegovina

599

ee4f53fd-ae6f-41e3-9a63-82e6494f5cc1_169

kanalberita.net – Bosnia Herzegovina tidak hanya terkenal dengan pemandangannya yang indah nan memukau saja. Akan tetapi, di negara ini, tersimpan budaya dan kearifan lokal yang unik untuk dinikmati. Salah satunya adalah kehidupan beragama antarpenduduk setempat yang harmonis juga damai.

Bosnia Herzegovina adalah sebuah negara yang terletak di Semenanjung Balkan, di sebelah selatan Eropa. Penduduk Bosnia terdiri dari tiga etnis mayoritas yaitu Serbia, Bosnia, dan Kroasia.

Dapat dikatakan bahwa negara ini dapat disebut pula sebagai negara yang multikultur. Selain itu, negara ini terdiri dari berbagai macam penganut agama. Negara ini juga akrab dijuluki sebagai negara “timur bertemu dengan barat”.

Awal mulanya, disinilah tempat kekaisaran Romawi Barat (Kristen Katholik) dengan Kekaisaran Romawi Timur (Kristen Orthodoks) bertemu. Begitupula dengan datangnya Islam pada abad ke 15 yang dibawa oleh bangsa Turki Utsmaniyah.

Old Town in Sarajevo, Bosnia-Herzegovina

Agama Islam merupakan salah satu agama yang berkembang pesat di Bosnia-Herzegovina. Pemeluk Islam di negara ini tercatat sebanyak 44 persen. Disusul kemudian Kristen Ortodoks sebanyak 31 persen dan Katholik Roma sebanyak 15 persen seperti dikutip kompas.com.

Pemandangan mengagumkan terlihat disepanjang ibukota Bosnia, Sarajevo. Disana, banyak terlihat katedral-katedral cantik dengan masjid yang tak kalah elegan disampingnya. Suara adzan yang terdengar di area gereja katedral juga bukan merupakan atmosfer yang asing bagi penduduk Sarajevo. Pertikaian antarpenganut agama juga tidak nampak pada kota ini.

Begitupula yang terjadi pada Old Town. Masjid-masjid yang berdiri dengan gagah menyatu dengan kawasan pertokoan Tionghoa yang sederhana.

Kehidupan umat Muslim dan Kristen disini juga terjalin dengan harmonis. Salah satunya adalah acara bazar yang diselenggarakan di Trebinje. Bazar tersebut tepatnya diselenggarakan di Travunije Square, di depan Masjid Osman Pasha. Pengunjung dapat mencicipi aneka makanan tradisional. Makanan ini sendiri disiapkan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan menyajikan dan mempresentasikan makanan dari berbagai macam daerah di Bosnia ini dapat memantik umat supaya berpikiran terbuka sekaligus menanamkan toleransi.

Uniknya, pengunjung bazar memiliki kesempatan untuk mencicipi kopi dari dua ratus liter pot kopi yang disediakan. Kopi itu sendiri didatangkan dari Visoko, Vispak.

Sarajevska Pivara brewery building which opened in 1864, as viewed from Alifakovac in Sarajevo, Bosnia and Herzegovina

Semarak umat Muslim menyambut bulan Ramadhan juga sangat meriah di negara ini. Terdapat salah satu tradisi untuk menandai bahwa Ramadhan akan dimulai. Warga Muslim Bosnia menandainya dengan menembakkan meriam api ke udara. Meriam tersebut ditembakkan di Yellow Fortress (Benteng Kuning).

Selain itu, diselenggarakan pula Festival Ramadhan Sarajevo yang pada tahun ini sudah ketiga kalinya diselenggarakan di Bosnia. Festival tersebut menyajikan pernak-pernik Ramadhan termasuk budaya dan keseniannya. Ditambah lagi, terdapat pemutaran film, konser, dan pameran yang dapat menambahkan semaraknya acara.