Seorang Penjahit Berkisah Tentang Istri Gus Mus, Netizen Menangis Haru

475

13567282_1072177002876825_5528305449940854457_n

kanalberita.net – Ibu Fatimah Mustofa, istri dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus meninggal dunia kemarin, Kamis (30/6/2016). Wafatnya Ibu Fatma tersebut memuat seroang penjual kain sekaligus penjahit baju menceritakan sebuah kisah haru tentang istri Gus Mus tersebut. Cerita yang ditulis di laman facebooknya tersebut membuat banyak netizen menangis.

Penjual batik dan penjahit tersebut mengisahkan perjumpaanya dengan Ibu Fatma lewat akun facebooknya, Jivita Batik. Dalam unggahan kisah tersebut, dia menyisipkan sebuah foto yang berisi gambar baju batik dan capture obrolan Ibu Fatma dengan dirinya.

“Ibu mengenalkan diri dg cara sederhana. Dalam pembicaraan berikutnya saya hanya mengetahui ibu memiliki putri yg menjadi mutual friend jivita, mb Raabiatul Bisyriyah. Saya tidak pernah membuka wall ibu atau putri ibu. Kalau saja itu saya lakukan, mungkin cara saya memperlakukan ibu akan berbeda. Atau kalau saja ibu menyebutkan siapa diri ibu sebenarnya, mungkin ibu menjadi sangat istimewa,” tulisnya.

Jivita kemudian menceritakan bagaimana kesantunan dari ibu Fatma saat ingin dibuatkan baju. Dia juga terkesan dengan kesabaran beliau ketika dirinya melakukan kesalahan ketika membuatkan baju untuk yang pertama kali.

“Tapi itulah ibu. Dgn santun ibu hanya bilang, ingin sekali dibuatkan baju oleh Jivita. Sesekali kita ngobrol agak banyak kalau saya sdh di rumah, krn kesempatan utk ngobrol memang setelah saya pulang kantor. Ibu cerita ttg putri2 ibu. Dan terakhir pesanan ibu adalah kain jumputan yg akan dibagikan kpd putri2 ibu seorang satu, hehee… Saya merasa bersyukur akhirnya bisa membuatkan baju pesanan ibu, sekalipun hrs menunggu lama. Walau utk baju pertama ternyata tdk bisa ibu kenakan krn tampaknya salah ukuran. Ibu hanya bilang, ngga apa2 mbak, bisa utk anak ibu. Duuh ibu, maafkan saya.. 2 gamis lainnya ibu terima tp saya tidak tau, sempat ibu pakai nggak yaaa. Saya juga tdk tau cukup atau tidak baju tsb utk ibu. Saya blm sempat tanya ibu,” lanjutnya.

Jivita lantas mulai mencerikan kekagetannya mengenai sosok pelanggannya yang santun tersebut. Dia sempat melihat berita mengenai meninggalnya istri Gus Mus, namun dirinya tidak menyadari bahwa itu adalah ibi Fatma, salah satu pelanggannya.

“Kemarin running text di tv mengabarkan istri kyai besar Mustofa Bisri meninggal dunia. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya membaca kabar tsb dgn biasa saja, krn saya merasa tdk mengenal beliau. Sampai pagi tadi saya melihat di wall FB mb Iyah menampilkan foto ibu Siti Fatma dg salah seorang cucu beliau sbg foto terakhir. Astagfirullah. Saya langsung buka2 wall mb Iyah dan ibu. Ya Allah ibuuuu..” tulisnya.

Dia kemudian mengungkapkan perasaan harunya. Dia terkesan bahwa selama berkenalan dan membantunya membuatkan baju, beliau tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai seorang istri kyai besar.

“Selamat jalan, ibu. Ibu mengajarkan kepada saya, utk bisa dihormati, tdk perlu menyebut siapa kita dg predikat kita di dunia, sebagaimana ibu tdk mengenalkan diri ibu sbg istri Gusmus. Ibu tdk meninggikan diri ibu. Ibu sangat sopan dan santun berbicara dgn saya yg siapalah ini… Dan itu sangat mengesankan utk saya. Semoga Allah mengampuni dosa2 ibu, melapangkan jalan ibu, dan menerima ibu di sisiNya. Aamiin. Selamat jalan, ibu”

Kisah ini sontak menjadi pembicaraan publik. Banyak yang terkesan dan bahkan tidak sedikit yang mengaku tidak bisa menahan air matanya saat mambaca kisah tersebut.

“Kesederhanaan adalah Budaya dari para Ibu Nyai kyai sepuh..harta dan jiwa mereka untuk ummat, pondok, masjid.. Mari kita tiru mereka.. Semoga Ibu Khusnul Khotimah” tulis akun Sigit Widodo.