Sadis! Ketua Geng Motor yang Membakar 5 Remaja

296

36717_55091_geng motor korban

kanalberita.net – Geng motor kembali berulah, kali ini dari kelompok dari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dilaporkan oleh jawapos.com bahwa sedikitnya ada lima remaja yang hampir saja dibakar hidup-hidup oleh seorang yang diketahui sebagai ketua sebuah geng motor. Belakangan, pelaku diketahui berinisal BGS (26) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya satu orang korban bernama Irfan (14) yang mengalami luka bakar cukup serius. Sementara itu empat orang lainnya berhasil kabur sebelum api menyulut tubuh mereka. Meski demikian, mereka yang berhasil kabur mengalami luka memar akibat pukulan dari BGS.

Tubuh Irfan melepuh, sekitar 36 persen tubuhnya, terutama yang bagian atas mengalami luka bakar. Dia dan empat rekan lainnya sebelumnya dipukuli dan kemudian disiram dengan bensin.

Penyebabnya, diduga kelima remaja itu membangkang perintah pelaku. Aksi brutal pelaku itu terjadi di Blok Keradenan, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Minggu (26/6/2016) sekitar pukul 01.30 WIB.

Sebelumnya, pada Sabtu (25/6/2016) sore BGS memberikan perintah kepada seluruh anggotanya untuk berkumpul di markas tempat mereka biasa berkumpul. Geng motor tersebut memiliki kebiasaan mangkal di rumah Ny Barkah (43) di Blok Keradenan Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Cirebon, Jawa Barat.

Akan tetapi perintah tersebut ternyata tidak dipatuhi oleh rekan-rekannya hingga akhirnya dia menjemput satu persatu. Proses penjemputan tersebut berakhir hingga akhir tengah malam.

Mereka lantas mendapatkan intimidasi dan siksaan berupa pukulan dari BGS dan orang kepercayaanya. Hingga akhirnya dipilih lima orang yang dianggap paling tidak menurut untuk dieksekusi. kelima orang tersebut disiram dengan bensin untuk kemudian akan dibakar.

Kenedi, salah satu pejabat desa menyatakan telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kedawung mengenai kasus ini.

“Karena korbannya anak di bawah umur. Jadi kita bikin laporan di Polres. Kita juga sudah koordinasi dengan petugas untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan,” tutur Kenedi