Umat Muslim di Pamekasan Amankan Perayaan Umat Buddha

324

vihara-buddha-dharma-8-posat-bogor-jawa-barat-_151217102650-881

kanalberita.net – Umat Buddha di Pamekasan, Madura, melakukan upacara peringatan kirab laut pada Jumat-Minggu (25-27/03/2016). Kirab laut tersebut dilaksanakan selama tiga hari. Pelaksanaan kirab berlokasi di Vihara Avalokitesvara.

Vihara yang terletak di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Jawa Timur ini merupakan salah satu kelenteng yang paling unik di Indonesia. Betapa tidak, di dalam vihara ini, terdapat dua tempat beribadah agama lain yakni Islam dan Hindu.

Lebih mengejutkan lagi, bahkan vihara ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai vihara terunik dengan simbol kedamaian dan kerukunan yang masih dapat terjaga erat hingga sekarang.

Kerukunan dalam semangat persaudaraan ini bahkan sudah tampak terlihat ketika persiapan menjelang pelaksanaan kirab laut akan dimulai. Hampir semua hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kirab dan serangkaian acara lainnya dibantu oleh warga sekitar yang beragama lain.

Kirab laut yang diadakan juga merupakan serangkaian acara dari peringatan Hari Ulang Tahun vihara yang juga melibatkan warga sekitar dan masyarakat etnis Tionghoa.

“Kirab laut ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Yang Maha Kuasa atas berkah yang dilimpahkan pada umat manusia dari hasil kekayaan laut,” kata Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara Kosala Mahinda pada Rabu, (23/3/2016) seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan bahwa umat Buddha juga menyampaikan harapan dan doa untuk bangsa ini.

“Kami juga akan memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa ini, agar terbebas dari bahaya,” kata Kosala.

Ratusan umat Muslim di Pamekasan juga turut membantu terlaksananya serangkaian acara tersebut. Bahkan ratusan umat Muslim disana turut menjaga keamanan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Dewi Kwam Im.

“Kami membantu melakukan pengamanan, karena mereka tetap merupakan saudara kita meski beda keyakinan, dan kami memang biasa saling membantu,” kata Sunarto salah seolah petugas pengamanan di acara itu seperti dilansir republika.co.id.

Perayaan HUT Dewi Kwam Im kali ini disebut-sebut sebagai perayaan terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Umat Muslim juga tidak hanya mengamankan pada saat prosesi perayaan ibadah sedang berlangsung saja. Para warga Muslim di sekitar vihara juga turut membantu mengamankan kendaraan bermotor umat Buddha.

Mengingat umat Buddha yang hadir untuk beribadah tidak hanya datang dari Pamekasan saja. Akan tetapi juga umat Buddha yang berasal dari luar kota turut hadir untuk memperingati kirab laut di vihara dengan luas sekitar dua hektare itu seperti dilansir Suara Pembaruan.

Tidak hanya itu saja. Mereka juga turut membantu mengamankan dan menjaga situasi supaya tetap tenang saat pawai laut yang diadakan dari Vihara Avalokitesvara ke Pantai Talang Siring di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

“Saya bangga dengan kekompakan umat Islam di Pamekasan ini,” kata salah seorang penganut Buddha asal Singkawang, Liana.

Acara perayaan tidak hanya berkenaan dengan kegiatan ibadah umat Buddha saja. Beragam kegiatan dan pertunjukan seni juga disajikan dalam peringatan ini. Salah satunya adalah kegiatan bakti sosial dan pertunjukan seni Reog Ponorogo.