Diciduk Polisi, Begini Wajah Anggota The Jakmania yang Diduga Mengeroyok Brigadir Hanafi

608

bdaa7529-8af0-4d23-94d2-26359d2fea4e_169

kanalberita.net – Kerusuhan yang melibatkan suporter Persija, The Jakmania dengan polisi pada Persija Jakarta kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat (24/6/2016) malam telah memakan korban. Dikabarkan bahwa polisi telah menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku kericuhan dan pengeroyokan anggota polisi.

Dilansir dari detik.com, disebutkan jika Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti mengatakan ada 6 orang yang ditangkap karena diduga terlibat mengeroyok Brigadir Hanafi di Gelora Bung Karno, Senayan. Salah satu yang ditangkap bernama Jamal alias Oboy.

Brigadir Hanafi, polisi yang mengalami penganiayaan saat ini dalam kondisi kritis. Diduga para pelaku menyiramkan air keras ke wajah Brigadir Hanafi hingga membuat wajahnya mengalami luka bakar yang cukup parah.

Para pelaku yang berhasil diamankan sudah menjalani pemeriksaan. Kepolisian juga menelusuri adanya provokasi-provokasi yang menyebar di media sosial.

“Diperiksa terus, ini juga yang provokasi di medsos. Kita lagi mendalami, dia memprovokasi atau terlibat (pengeroyokan), kita sedang dalami,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Minggu (26/6/2016), dikutip dari detik.com.

1a2deadb-2560-44eb-955e-d89e3ecd4b60

Jamal dikabarkan dibekuk di Cikarang, Bekasi pada Sabtu (25/6) malam. Beredar sebuah foto dirinya mengenakan kaos hitam dan sedang diapit oleh sejumlah polisi saat digelandang ke Mapolda Metro.

Kombes Awi mengatakan, menyatakan bahwa pihaknya mengumpulkan bukti-bukti mengenai pelaku pengeroyokan. Mereka mempelajari video-video dan foto yang telah banyak beredar. Penangkapan itu sendiri dilakukan tim gabungan Subdit Jatanras Ditkrimum dan Subdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro.

“Itu kan kita pakai video-video, foto-foto kekerasan The Jak, makanya nanti kita proses,” kata Awi.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penangkapan dan pengejaran terhadap pelaku-pelaku lain termasuk yang menyebar provokasi di media sosial. Pihak kepolisian menyatakan akan menindak tegas para perusuh yang telah menimbulkan jatuhkan korban tersebut.