Berantas Pengedar Narkoba, Presiden: Dor Mereka!

187

821574_06271308122015_jokowi_marah

kanalberita.net – Perang terhadap narkoba kembali didengungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketegasan Presiden disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016 di Lapangan Cengkeh, Kota Tua, Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Dilansir dari kompas.com, Jokowi menyatakan bahwa ada 5,1 juta penduduk Indonesia yang terdeteksi sebagai pengguna narkoba. Sementara angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba mencapai 40-50 orang per hari.

“Belum lagi kerugian akibat belanja narkoba, biaya rehabilitasi, dan barang yang dicuri,” kata Jokowi.

Penyebaran dan penyalahgunaan narkoba menurut Presiden tidak hanay didominasi oleh penduduk perkotaan, akan tetapi sudah menyebar hingga kepelosok pedesaan.

Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, Jokowi menyatakan jika korban narkoba tidak hanya orang dewasa atau remaja, akan tetapi juga sudah menjangkau anak-anak yang masih usia sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak.

“Dan ada modus baru menggunakan mainan anak, atau kaki palsu. Semua harus dilawan, tidak bisa didiamkan lagi. Kita harus tegas berantas narkoba,” tegas Jokowi.

Presiden meminta agar aparat yang berwenang, dalam hal ini kepolisian dan Badan narkotika Nasional (BNN) untuk mengambil sikap tegas terhadap para pengedar narkoba yang telah merusak masa depan anak-anak Indonesia.

Lebih jauh Presiden bahkan meminta ketegasan tersebut harus juga ada di level daerah. Pemberantasan juga diminta tidak pandang bulu, entah itu pengedar besar atau kecil, Presiden meminta mereka diberantas.

“Kejar mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau UU membolehkan, dor mereka,” tandasnya.

Ketegasan Presiden terhadap pengedar narkoba juga pernah diutarakan di bulan Pebruari yang lalu. Jokowi meminta polisi bersikap berani dalam menindak para pengedar barang haram tersebut.

“Saya ingin agar ada langkah pemberantasan narkoba yang lebih detail, lebih berani, lebih gila, lebih komprehensif,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/2/2016), dikutip dari kompas.com.