Inilah ‘Catatan Kelam’ Tito Karnavian Versi KSPI

727

berkali-kali-kapolri-minta-jenderal-polri-tunduk-kepada-tito

kanalberita.net – Komisi III DPR akhirnya memutuskan melakukan fit and proper test kepada calon Kapolri Komjen Pol Tito Karnavian pada Kamis (23/6/2016) mendatang. Tito adalah calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DRP.

Penunjukan Tito sebagai calon Kapolri ternyata menuai protes dari sejumlah pihak, salah satunya dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Bagi KSPI, Tito memiliki catatan hitam sehingga mereka akan mengajukan petisi ke DPR.

“Buruh akan menyerahkan petisi catatan kritis tentang Tito Karnavian kepada pimpinan DPR dan Komisi III pada Rabu (22/6),” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Senin (20/6/), dilansir dari republika.co.id.

Catatan buruk Tito menurut KSPI terkait dengan kriminalisasi 23 aktivis buruh, dua advokat LBH Jakarta dan satu mahasiswa yang saat ini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Mereka kini menghadapi ancaman penjara setelah melakukan aksi di depan istana pada oktober tahun lalu.

“Dari bukti video, buruh mengalami kekerasan tanpa perlawanan. Mobil komando milik buruh juga mengalami perusakan,” tuturnya.

Rekam jejak hitam lainya menurut mereka adalah keterkaitan Tito dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pusrnama alias Ahok dalam pembuatan aturan pelarangan aksi demontrasi di berbagai tempat. Selain itu, Tito dianggap sebagai pihak yang mendukung aturan mengenai ujaran kebencian

“Sikap itu merupakan sikap yang antidemokrasi,” ujarnya.

Lebih tegas lagi, Iqbal manyatakan jika buruh serta rakyat menginginkan Kapolri yang hanya patuh dan tunduk pada konstitusi, bukan pada penguasa atau pemodal.

“Kapolri harus bersungguh-sungguh menggunakan kewenangannya menegakkan demokrasi, bukan hanya berlindung dengan jargon ‘demi ketertiban’ tetapi memberangus demokrasi. Ketertiban tidak akan pernah tercapai ketika kemiskinan dan ketidakadilan masih dirasakan,” katanya.