Begini Rasanya Berbuka Puasa Bersama di Vihara

646

ketika-warga-berbuka-puasa-bersama-di-vihara-sgeUXr3yDC

kanalberita.net – Toleransi antarumat beragama tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Purwakarta saja. Seperti kita ketahui bahwa Pemkab Purwakarta mencanangkan program “Ramadhan Toleran” pada bulan Ramadhan tahun ini. Program ini berkenaan dengan pengaturan jam operasional warung makan di Purwakarta.

Lantas, bagaimana dengan sikap toleransi dan saling menjaga di bulan Ramadhan di daerah lain? Di Bogor, Jawa Barat , puluhan masyarakat bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor menggelar acara buka puasa bersama di halaman Vihara Dhanagun, Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat seperti dilansir okezone.com.

Buka puasa yang diselenggarakan di Vihara, tempat beribadah umat agama Budha ini memberikan kesejukan dan kedamaian tersendiri. Buka puasa bersama yang diadakan di Vihara Hok Tek Bio atau yang populer disebut dengan Dhanagun ini juga melibatkan umat Muslim di lingkungan sekitar vihara. Bahkan, acara tersebut juga dihadiri oleh para ulama seperti dikutip metrotvnews.com.

Tak disangka-sangka, ternyata kegiatan buka puasa bersama ini sudah terselenggara sejak tiga tahun terakhir. Pengurus vihara, Guntur Santoso menambahkan bahwa tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk menjaga toleransi antarumat beragama dan mempererat kebersamaan.

“Ini merupakan hal yang wajar, bentuk kebersamaan kita sebagai warga kota yang sama,” kata Guntur di sela buka puasa bersama, Rabu (15/6/2016) seperti dikutip metrotvnews.com.

Guntur menambahkan bahwa ide untuk berbuka bersama bermula dari keinginan untuk berbagi kepada para pedagang kaki lima (PKL), tukang parkir, dan warga Muslim di sekitar vihara.

Terlibat dalam hidup yang beragam seharusnya menjadikan umat beragama dapat hidup berdampingan dan harmonis.

“Sebagai manusia, kita diciptakan sebagai mahluk yang harus memberikan manfaat satu sama lain. Itu yang kami coba saat ini. Nanti kita juga akan buka puasa bersama dengan 400 anak yatim se Kota Bogor,” tuturnya seperti dikutip okezone.com.

Tentu hal ini mendapatkan sambutan positif dari pemerintah Kota Bogor serta para ulama. Bahkan acara buka bersama dan sekaligus sebagai sarana bersilaturahmi ini akan tetap dilaksanakan hingga tahun-tahun yang akan datang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjelaskan, kegiatan berbuka bersama yang dilakukan merupakan salah satu contoh konkret dalam upaya menjaga keberagaman dan perdamaian.

“Ini hal yang membanggakan kita semua warga Kota Bogor yang merupakan kota toleransi umat beragama,” ujar Bima seperti dilansir okezone.com.

Ia juga mengucapkan terima kasih terhadap segenap elemen masyarakat yang telah mendukung dan membantu terselenggaranya acara buka bersama ini. Termasuk didalamnya adalah kerja keras para komunitas vihara, Badan Sosial Lintas Agama (Basolia), dan semua pihak yang gigih dalam menjunjung tinggi persatuan.

“Dengan keberagaman dalam kebersamaan kita ini akhirnya menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Hal ini tentunya harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Sejuknya kehidupan umat Muslim dan Budha di Malang

Beranjak dari Bogor, kehidupan antarumat beragama yang harmonis dapat kita teladani dari kehidupan masyarakat di Malang, Jawa Timur. Lokasi Masjid Al Ikhlas yang terletak di samping Vihara Bodhimanda Sanggar Suci ini tidak menjadikan kerukunan umat beragama menjadi terganggu. Justru, dekatnya lokasi ibadah menjadikan dekat pula hubungan persaudaraan diantara mereka.

Uniknya, kegiatan buka bersama ini ternyata sudah terjadi sejak tahun 1998 yang lalu. Seperti diketahui sebelumnya bahwa saat itu, Indonesia sedang mengalami masa-masa krisis yang ditandai dengan melambungnya harga beraneka macam kebutuhan pokok.

Rohaniwan vihara, Winantea Listiahadi, mengungkapkan bahwa keadaan saat itu membuat saudara-saudara Muslim kesulitan untuk berbuka puasa seperti dilansir kompas.com.

Ia kemudian menggalang dana dan beroordinasi dengan Paguyuban Metta. Paguyuban Metta sendiri beranggotakan dari berbagai macam kalangan seperti umat Budha, Islam, Kristen, dan Katholik.

Relawan yang terlibat dalam membantu menyiapkan berbuka puasa pun cukup banyak. Menu yang dihidangkan pun bervariatif seperti mi goreng, ayam goreng, soto, kari, opor, rawon, hingga ayam bakar bumbu seperti dilansir bbc.com.

Para warga yang berbuka puasa biasanya duduk melingkar sembari berbincang-bincang dengan hangat dengan ditutup dengan minum teh dan menikmati kudapan.