Inilah Rentetan Prestasi Tito Karnavian, Calon Tunggal Kapolri Pilihan Jokowi

332

Irjen-Pol-Tito-Karnavian

kanalberita.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut telah menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian sebagai calon tunggal yang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Usulan ini berkaitan dengan Kapolri saat ini Jenderal (Pol) Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun.

Tito sendiri sebenarnya baru saja dilantik oleh Jokowi menjadi Kepala BNPT pada 12 April 2016 yang lalu, di mana sebelumnya dia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Dilansir dari detik.com, disebutkan bahwa Ketua DPR RI Ade Komarudin mengatakan jika Presiden Jokowi telah menyerahkan nama Tito ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

“⁠⁠⁠Jadi tadi sebelum ke sini saya menerima Mensesneg. Beliau menyampaikan surat yang penting kepada dewan,” jelas Ade di sela-sela meninjau Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).

Menurut Ade, surat tersebut berkaitan dengan calon Kapolri baru pengganti Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.

“Surat tersebut berisi, presiden menyampaikan pencalonanan Komjen Tito Karnavian. Satu-satunya menjadi calon Kapolri,” tegas Ade.

Kiprah Tito terbilang moncer, menjadi Kapolda Metro Jaya sejak Juni 2015 dan setahun kemudian sudah dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk memimpin BNPT.

Dilansir dari kompas.com, disebutkan bahwa beberapa prestasi Tito yang mencolok adalah pada tahun 2001, Tito memimpin tim Kobra dan berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra Presiden pertama RI Soeharto, dalam kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita.

Prestasi lainnya adalah keberhasilannya membekuk gembong teroris Azahari Husin dan kelompoknya pada tahun 2005 silam di Batu, Malang, Jawa Timur. Tidak hanya itu, tercatat pada tahun 2009 dirinya sukses membongkar jaringan teroris Noodin M. Top.

Selepas kesuksesannya tersebut Tito didaulat menjadi Kepala Densus 88 Antiteror. Berselang setahun dia sudah dimutasi menjadi Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT.

Setelah itu dia kemudian mendapat mandat untuk memimpin Polda Papua selama dua tahun. Lantas dia kembali ke Jakarta untuk menjadi Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri. Setelah itu, barulah dia dimutasi menjadi Kapolda Metro Jaya.

Kecermelangan Tito sudah nampak saat masih sekolah. Dia termasuk lulusan terbaik Akpol tahun 1987 dan dianegerahi penghargaan Adhi Makayasa.

Selepas itu Tito mengenyam pendidikan di bidang Police Studies di University of Exeter di Inggris tahun 1993. Selain itu, Tito pernah mendapatkan gelar Bintang Wiyata Cendekia saat dirinya mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta tahun 1996.