Terungkap! FBI Sebenarnya Sudah Kenal Pelaku Pembataian Gay di Orlando

304

0728032Teroris780x390

kanalberita.net – Aksi terorisme kembali terjadi di Amerika Serikat. Minggu (12/6/2016), sebuah klub malam gay diserang oleh seorang pria menggunakan senjata semi otomatis AR-15. Dalam aksi tersebut sedikitnya 50 orang tewan dan 53 orang lainnya luka-luka. Sebuah fakta terbaru menyebutkan bahwa pelaku sebenarnya sudah dikenal oleh FBI.

Seperti dilansir oleh kompas.com, disebutkan bahwa Kepolisian Orlando, Florida, Amerika Serikat telah berhasil mengidentifikasi pelaku teror tersebut. Pria tersebut bernama Omar Mateen. Pria yang bernama lengkap Omar Mir Seddique Mateen tersebut lahir di New York dari keluarga imigran Afganistan.

Menurut orangtua Mateen, Ia memang sudah sejak lama tidak menyukai orang homoseksual. Dia pernah marah pada pasangan homoseksual yang berciuman di tempat umum.

Sosok ini ternyata masuk dalam pengawasan otoritas keamanan Amerika. Mateen bahkan pernah dipanggil FBI dan diinterogasi pada tahun 2013 dan 2014. Namun saat itu bebas karena pihak FBI tidak mempu mendapatkan bukti bahwa Mateen membahayakan.

Serangan brutal yang menewaskan 50 orang tersebut tercacat sebagai serangan terburuk yang dilakukan oleh warga sipil sejak teror 9 September tahun 201 silam.

Sebelum melakukan aksinya, pria kelahiran 1968 tersebut menelpon pihak kepolisian melalui sambungan 911. Dalam telponya tersebut dia menyatakan janji setianya pada Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

orlando-shooting-victim_1465753931912_1427708_ver1.0_640_360

Masih dalam sambungan telpon tersebut, Mateen juga menyinggung perihal serangan bom pada lomba Marathon di Boston, April 2013. Pada serangan bom yang dimaksud, ada 6 orang tewas seketika termasuk pelaku.

Pihak kepolisian yang berhasil menewaskan Mateen saat melakukan penyergapan menyatakan bahwa serang mematikan tersebut dilakukan seorang diri. Belum ada petunjuk yang menyatakan bahwa ada orang lain yang terlibat

“Tampaknya ia terorganisasi dan mempersiapkan serangan dengan baik,” kata Kepala Polisi Orlando, John Mina.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyampaikan kecamannya sesaat setelah mendengar serangan tersebut

“Kita tahu, cukup untuk mengatakan ini adalah aksi teror dan tindakan kebencian,” kata Presiden Barack Obama, di Gedung Putih.

Ia juga menyampaikan rasa simpatinya untuk kaum lesbian, biseksual, gay dan transgender (LGBT).

“Ini adalah hari yang sangat memilukan bagi teman-teman kita yang lesbian, gay, biseksual, atau transgender,” kata Obama

Orangtua Mateen kaget dengan kejadian ini karena dia merasa bahwa anaknya tersebut bukanlah sosok yang religius. Dia tidak menyangka bahwa anaknya punya hubungan dengan ISIS.

Tiga hari sebelum serangan di klub malam di Pulse, Orlando, ISIS telah merilis klaim akan menyerang Florida. Namun, klaim itu belum diverifikasi keasliannya.