Ahok: Saya Enggak Melarang Pakai Jilbab, Jangan salah!

425

004676200_1464431133-20160528-Palang-Pintu-Jakarta-Ahok-IA1

kanalberita.net – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengcoba mengklarifikasi kembali pernyataannya tentang larangan pihak sekolah mewajibkan jilbab bagi sisiwinya. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan melakang siswi pakai jilbab, namun melarang pihak sekolah memaksa anak muridnya mengenakan jilbab.

“Saya enggak melarang pakai jilbab. Jangan salah. Saya cuma bilang sama guru-gurunya, ‘Kamu kalau mau buat anak-anak pakai jilbab bukan dipaksa caranya, kamu kasih tausiah’,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/6/2016), dikutip dari kompas.com.

Ahok kembali menegaskan jika sebenarnya dirinya tidak ingin melihat anak-anak perempuan tersebut mengenakan jilbab karena terpaksa oleh aturan sekolah,. Sebab, jika seperti itu maka anak-anak ity nantinya akan melepas jilbabnya tersebut jika sudah tidak di lingkngan sekolah.

Mantan Bupati belitung Timur tersebut meminta para guru lebih konsentrasi dalam memberikan pemahaman kepada siswinya mengenai jilbab. Menurutnya itu jauh lebih baik.

“Itu lebih baik daripada saya melihat anak-anak dipaksa pakai jilbab, begitu naik motor sama bapaknya, langsung dicopot. Itu bagi saya menghina agama. Saya enggak bisa terima,” ujar Ahok.

Ahok mengingatkan jika dirinya tidak ingin seseorang pakai jilbab karena diharuskan oleh sekolah. Ia ingin seseorang memakai jilbab secara benar.

“Anda kalau mau pakai jilbab, pakai jilbab yang benar. Bukan karena seragam sekolah, enggak mau saya,” tambah Ahok.

Sebelumnya telah dilansir oleh  kompas.com, bahwa Ahok menyatakan larangan kepada sekolah mengeluarkan aturan yang mewajibkan siswi mengenakan jilbab ketika memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi, Sabtu (4/6/2016).

Ahok mengaku pernah menerapkan aturan tersebut saat dirinya menjadi Bupati Belitung Timur, di mana penduduk di sana kala itu 93 persen adalah muslim.