Ahok Melarang Sekolah Negeri Wajibkan Pakai Jilbab Untuk Siswinya

468

kanalberita.net – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan jika dirinya tidak setuju dengan adanya sekolah negeri yang memaksa siswinya mengenakan jilbab.

Dilansir dari kompas.com, disebutkan jika Ahok menyatakan larangan tersebut ketika memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi, Sabtu (4/6/2016)

Ahok menegaskan bahwa apa yang telah ia tetapkan tersebut pernah juga dia terapkan ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, di mana mayoritas masyarakat di daerah tersebut sebenarnya adalah muslim.

“Tempat saya itu 93 persen Muslim. Tiba-tiba, semua guru mewajibkan semua muridnya berkerudung. Padahal, kerudung itu kan panggilan iman,” ujar Ahok.

Mantan politisi Partai Golkar ini mengatakan jika yang dia tidak setujui adalah memaksa semua orang untuk mengenakan jilbab. (Baca: Soal Jilbab, Ahok Bikin Goal Tapi Off Side)

“Anda mengimani kalau kerudung itu sebagai sesuatu yang bisa menyelamatkan Anda, ya silakan, tetapi Anda tidak bisa memaksa semua anak pakai kerudung,” lanjut pria kelahiran 29 Juni 1966 tersebut.

Ahok meminta agar pelarangan yang dia tetapkan tersebut tidak diartikan bahwa dirinya anti terhadap agama, atau Islam. Karena, menurut dirinya jilbab bukan merupakan lambang dari agama Islam

“Kalau kita mau berdebat, orang Kristen sama Yahudi juga pakai kerudung,” ujar Ahok.

Pria yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 tersebut menyatakan mendukung jika yang diajarkan adalah belajar tentang Alquran.

“Saya tidak mau berdebat ke masalah teologi, tetapi kalau mengajarkan anak seperti itu, tidak boleh. Tetapi, kalau mengajarkan anak kamu mesti khatam (menamatkan) Al Quran saat usia 12 tahun, saya dukung dan dorong habis,” ujar Ahok.

Suami dari Veronika tersebut mengingatkan jika jilbab tersebut diwajibkan sekolah, maka siswi banyak yang tidak serius dalam mengenakannya. Kemudia dia mencontohkan apa yang dia ketahui selama dirinya menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

“(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka,” kata Ahok.

Lebih lanjut Ahok menjelaskan jika jilbab tersebut dipakai karena kesadaran maka siswi tersebut akan memakainya dengan rasa hormat. Namun jika karena terpaksa maka malah akan mempermalukan agama.

“Anda ngajarin dia baik-baik sampai nanti dia berpikiran bahwa pakai kerudung inilah bagian dari akhlak saya sebagai seorang Muslim, dia akan pakai. Dia akan pakai dengan terhormat. Bukan dia pakai terus pas keluar (sekolah) dia buang. Bukan dia pakai, tetapi kelakuannya mempermalukan agama,” tutur Ahok. (Baca: Larangan Mewajibkan Jilbab di Sekolah, Pemuda Muhammadiyah: Pak Ahok Keliru)