Krishna Murti Bantah Telah Mencatut Nama Presiden

326

kanalberita.net – Buntut pelarangan demontrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh pihak kepolisian berbuntut panjang. Ahmad Dhani mengaku dirinya ditelepon Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang demo tersebut.

“Saya kemarin ditelepon Dirkrimum. Pak Dir bicara ke saya, katanya, instruksi Presiden enggak boleh demo di KPK,” kata Dhani di samping gedung lama KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016), dikutip dari kompas.com

Dhani juga merasa terkejut serta heran dengan informasi tersebut. Menurutnya tak lazim Presiden melarang demontrasi.

“Kenapa Presiden ngurusin demo di KPK?” ucap Dhani.

Unjuk rasa dengan tema “Panggung Rakyat Tangkap Ahok” tersebut batal karena polisi menyita mobil sound sistem milik pentolan Dewa 19 tersebut.

Selain mobil sound sistem, sebuah mobil APV beserta para kru juga diciduk oleh pihak kepolisian.

“Enggak jadi demo hari ini, dibatalkan oleh kepolisian. (Saya mau) ke Polda. Nanti habis ini (balik lagi),” ucapnya.

ahmad-dhani-dan-ratna-sarumpaet_20160602_152459

Sementara itu, di lain tempat Kombes Krishna Murti dengan tegas membantah bahwa dirinya mencatut nama Presiden Jokowi saat menangani ujuk rasa di depan KPK tersebut.

“Saya tidak pernah sama sekali membawa nama Presiden seperti yang dikatakan Dhani, malah yang bersangkutan menyebut dalam SMS ke saya dan masih ada,” ujar Krishna saat dikonfirmasi, Kamis (2/6/2016).

Krishna tidak menampik bahwa dirinya menelpon Dhani. Namun telpon tersebut untuk mengatakan bahwa jika demonstrasi di tempat yang dilarang oleh undang-undang maka kepolisian akan menertibkannya.

“Saya nyatakan kepada yang bersangkutan bahwa kalau demo di tempat yang dilarang oleh UU, kami akan tegakkan hukum. Itu saja,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya meminta agar demonstrasi tersebut jangan sampai menggunakan mobil besar yang bisa menggangu ketertiban.

“Saya persuasif meminta agar tidak demo dengan gunakan kontainer karena akan memacetkan jalan di Jakarta,” kata Krishna