Polisi Bongkar Penjualan Daging Oplosan Sapi dan Babi di Pasar Ini

285

kanalberita.net – Warga sebaiknya mulai hati-hati, menjelang bulan puasa modus penipuan mulai marak, termasuk juga aksi nakal beberapa penjual daging. Para penjual daging sapi sengaja mengoplos barang dagangannya dengan daging babi. Polisi baru-baru ini menangkap seorang pedagang daging sapi di sebuah pasar tradisional di Surabaya terkait jual daging oplosan tersebut.

Dilansir dari oleh merdeka.com, disebutkan jika Polisi Unit Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap peredaran daging oplosan yang jual di Pasar Semolowaru, Surabaya, Jawa Timur. Sariyah, penjual daging oplosan tersebut ditangkap saat polisi menyamar jadi pembeli. Dari hasil tangkapan tersebut, polisi berhasil menyita 16 kilogram daging oplosan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono menyatakan jika tersangka tersebut menjual daging dengan harga yang sangat murah.

“Daging sapi yang dicampur babi ini dijual tersangka dengan harga murah. Tersangka tidak bilang ke konsumen kalau daging yang dijual ada daging babinya,” kata Argo, di Surabaya, Kamis (26/05/2016), dikutip dari viva.co.id.

Bhayangkara.news melaporkan jika pelaku menggunakan modus dengan membeli daging sapi di pasar Mangga Dua Jagir dengan harga Rp. 92.000/kg, lantas dirinya juga membeli daging babi di pasar yang sama dengan harga Rp. 70.000/kg. Selanjutnya, kedua daging tersebut dicampur dan dijual ke konsumen dengan harga Rp. 96.000/kg – Rp 100.000/kg di Pasar Semolowaru. Kegiatan ini diakuinya sudah berlangsung sejak tahun 2015.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka akan djerat dengan pasal 140 Jo pasal 86 ayat (2) Jo pasal 1 angka 5 UU RI No.18 tahun 2012 tentang Pangan dan atau pasal 62 ayat (1) atau (2) Jo pasal 8 ayat (1) huruf d UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 91 A Jo pasal 58 ayat (6) UU RI No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda sebesar Rp. 10 miliar