Teman Ahok Takut Ahok Dibohongi PDIP

174

kabarberita.net – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang karab disapa Ahok memutuskan untuk maju melalui jalur independen dalam Pilkada 2017 mendatang. Tekadnya tersebut semakin bulat setelah bertemu dengan Teman Ahok.

Dalam laporan yang dirilis oleh merdeka.com, disebutkan jika pada pertemuan tersebut, Ahok sempat menanyakan kepada relawannya apakah mungkin dirinya akan diusung oleh PDI Perjuangan. Akan tetapi mantan Bupati Belitung Timur ini mendapatkan jawaban yang cukup mengagetkan.

“Ketika saya bilang, gimana kalau PDIP yang mengusung saya? ‘Waduh jangan pak, kalau ternyata dibohongin gimana pak? Kami enggak bisa nolong bapak lagi loh pak. Kan ini mesti satu bulan di depan (pendaftaran calon independen lebih awal dibandingkan calon yang diusung partai)’,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Meski demikian, Ahok tidak menampik jika setengah dari Teman Ahok tidak merasa keberatan jika dirinya diusung oleh partai yang di pimpin oleh Megawati tersebut.

“Teman Ahok keberatan enggak saya ikut PDIP? Lebih dari setengah enggak keberatan kok. Sekarang yang jadi pertanyaan mereka, apakah benar-benar sungguh-sungguh mereka (PDIP) itu mau ngusung saya? Kalau enggak gimana? Lewat dong,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menegaskan, Juni mendatang pihaknya merencanakan melakukan pengangkatan petugas lapangan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kalau tahapan calon perseorangan itu menyerahkan dukungannya pada 3-7 Agustus menyerahkan dukungan ke KPU,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/5/2016).

Selepas itu, KPU DKI Jakarta akan melakukan tahap selanjutnya, yakni verifikasi administrasi dan faktual. Verifikasi administrasi adalah melakukan pencocokan nama dan identitas diri dari daftar dukungan yang diberikan calon perseorangan. Sedangkan, verifikasi faktual adalah melakukan klarifikasi dukungan kepada warga sesuai dengan identitas diri.

“Jadi kita datangin satu per satu, apakah yang bersangkutan itu mendukung calon itu atau tidak. Terus kalau pada pertengahan September tanggal 19-21 september itu pendaftaran calon partai politik ataupun perseorangan mereka sama-sama mendaftar,” terangnya.

Tahapan berikutnya adalah, KPU DKI Jakarta akan memeriksa semua berkas administrasi dari calon Gubernur DKI Jakarta, baik dari partai politik dan perseorangan. Setelah semua persyaratan tidak ada yang kurang, maka penyelenggara pemilu akan melakukan pengocokan untuk menentukan nomor urut.

“Setelah terpenuhi syarat-syarat baru kita tetapkan penetapan calon. Setelah penetapan calon baru pemberian nomor urut. Setelah itu akan dilakukan kampanye. Kampanye mulai 4 Oktober. Tiga bulanan sampai tiga hari sebelum pemungutan suara,” tutupnya.