Tak Terima Dirinya Ditilang, Warga Ini Ceramahi Polisi

259

kanalberita.net – Suasana tiba-tiba memanas, Rabu (25/05/2016) di Jalan Wonokromo, Surabaya. Polisi harus berdebat keras karena seorang warga tidak terima ditilang.

Dilansir dari Jawa Pos, disebutkan jika kejadian tersebut berawal saat Djoko Waluyo, pengendara motor yang tinggal di Perak, melaju dari arah utara menuju ke selatan. Saat melintas di Jalan Wonokromo, dia tihentikan oleh seorang anggota kepolisian.

Brigadir Danis, polisi dari Unit Lalu Lintas (Polantas) Polrestabes Surabaya memberikan sanksi tilang kepadanya. Setelah diminta kelengkapan surat-suratnya, Danis kemudian mengeluarkan surat tilang, sebab motor warga asli Paleteang, Pinrang, Sulawesi Selatan ini menggunakan spion yang tidak sesuai dengan standar pabikan.

Djoko menyatakan bahwa Honda Beat nopol DT 5080 TE yang dia kendarai telah memiliki spion. Sehingga merasa tidak terima jika masih dipermasalahkan oleh anggota polisi tersebut.

Argumentasi dari Djoko seakan tidak dihiraukan oleh Brigadir Danis dengan tetap mengeluarkan surat tilang. Djoko pun merasa tidak terima, pasalnya dia berkeyakinan jika motornya tersebut tidak bermasalah baik kelengkapan surat-surat atau lainnya.

“Awalnya saya dibilang melanggar spion, tapi dua spion itu ada di motor. Terus, saya ini melanggar yang bagaimana?” protes Djoko kepada Brigadir Danis.

Brigadir Danis lantas memberikan penjelasan mengenai aturan perihal menggunakan spion yang bukan standar pabrikan. Dirinya meberikan penjelasan kepada pria berambut cepak dan berbadan gempal tersebut bahwa semua kendaraan bermotor wajib memenuhi standar. Termasuk spion yang tidak boleh berukuran terlalu kecil.

“Sudah ada undang-undangnya. Spion tidak dari pabrikan (spion kecil, Red) tidak standar dan tetap melanggar. Jadi ya tetap melanggar,” katanya

Penjelasan Brigadir Danis tidak membuat Djoko menerimanya. Tak ayal adu mulut pun terjadi hingga menjadi perhatian beberapa warga yang ada di sekitar mereka.

Bahkan perdebatan sengit tersebut sempat membuat jalan wonokromo mengalami kemacetan karena beberaap pengendara melambat untuk ikut melihat Djoko dan Brigadir Danis berdebat.

Meski telah ngeyel bahwa dirinya tidak bersalah, Brigadir Danis tetap menilang dan kemudian meninggalkan Djoko ditengah kerumunan warga.