Freddy Budiman Nyatakan Taubat di Persidangan, Ini Isi Surat Taubatnya

376

kanalberita.net – Terpidana mati kasus impor narkoba dari Cina sebanyak 1,4 juta butir ekstasi, Freddy Budiman datang ke persidangan dengan agenda mendengarkan memori PK dari tim penasehat hukumnya. Freddy datang mengenakan baju gamis serta kopiah hitam.

Dilansir dari merdeka.com, disebutkan jika setelah pembacaan memori PK, Penasehat hukum Freddy Budiman, Untung Sunaryo meminta kepada majelis hakim agar Freddy diberi kesempatan untuk membacakan sesuatu.

“Jika berkenan pemohon akan menyampaikan sesuatu kepada majelis hakim,” ujar Untung yang diikuti dengan diserahkan selembar kertas polio kepada hakim ketua di PN Cilacap, Rabu (25/5/2016).

Catur kemudian meminta Freddy untuk membacakan tulisan tersebut dihadapan majelis. Freddy awalnya nampak enggan, akan tetapi pada akhirnya dirinya bersedia membacakannya dengan suara tegar.

“Sebagai bahan pertimbangan majelis hakim, tanpa ada paksaan dari orang lain. (Surat ini) sebagai pernyataan taubat nasuha saya, kepada Allah dan sebagai dasar permohonan pengampunan saya melalui majelis hakim agung,” ucapnya.

Freddy mengaku telah bertaubat dan berhenti menjadi pengedar narkoba. Dirinya menyatakan sudah berusaha untuk menyerahkan dirinya kepada Allah SWT.

“Saya berjuang keras, serta berusaha betul-betul menjadi manusia baru. Berpasrah kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua kewajiban sebagai muslim dan meninggalkan semua perlakuan dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT,” ucapnya.

Pria berbadan besar tersebut mengaku telah meminta ampun kepada Allah dan berharap bisa melihat masa depan keluarganya secara utuh. Dirinya mengaku menyesal telah memiliki ambisi yang besar dalam jaringan narkoba internasional.

“Menyadari dan menyesal karena ambisi yang begitu besar dalam jaringan narkoba, juga pengaruh karena kondisi sebagai pemakai 20 tahun,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga menyatakan permintaan maaf kepada keluarganya, sebab karena perbuatannya mereka jadi dikucilkan masyarakat. Freddy juga meminta maaf kepada orang-orang yang telah diajaknya masuk dalam bisnis haram tersebut.

“Ternyata banyak orang yang saya rekrut bujuk rayu masa depannya hancur,” sambungnya

Dirinya juga mengaku sudah siap menerima konsekuensi dari pernyataan yang disampaikan di tengah jalannya persidangan.

“Freddy Budiman, siap menerima konsekuensi dari pernyataan ini. Jika saya masih melakukan atau pun berbuat lagi, dalam menjalani sisa pidana mati dalam lembaga pemasyarakatan, saya siap menerima konsekuensinya dengan eksekusi,” jelasnya.

Seusai membacakan surat tersebut, Freddy kembali duduk dengan menyatakan dirinya pasrah terhadap apapun keputusan yang akan dijatuhkan kepadanya.

“Saya serahkan kepada Allah semuanya, yang penting saya sudah berhenti dari narkoba,” tegasnya.